Aquascaping adalah Kreativitas Tanpa Henti

Esensi seni dalam aquascaping adalah kreativitas. Kreativitas lahir dari berbagai ide yang dirangkai secara spesifik untuk memenuhi suatu kebutuhan. Belajar dari alam untuk diambil hikmahnya: biodiversitas atau keragaman hayati.

(Dokumentasi pribadi Wendy Kurniawan)

Dalam keadaan (keragaman) inilah perbedaan dan keberagaman terjadi secara maksimal; tak ada satu bagian pun yang terbuang sia-sia, dan tak ada yang berlebih dan kelebihan. 

(Berdasarkan Callum Coats, 2001)

Seni adalah kemampuan kreatif manusia dalam menanggapi alam; kemampuan dalam menangani suatu sehingga ia menjadi objek sendiri, kemampuan istimewa dalam mengubah suatu ide menjadi konsep-konsep yang kreatif guna menjadikan suatu karya yang imajinatif, menarik, fungsional atau yang inspiratif. Dalam ranah pendesainan dan pembuatan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang simpel itu, diasumsikan bahwa setiap orang tidak hanya dapat belajar menghasilkan sesuatu, tetapi juga melalui desain dan dekorasilah ia membuat suatu ekspresi individual yang unik dengan yang lain.

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)

Rimbunnya Komunitas Aquascaper

Dalam dunia aquscaping, atmosfer berkarya secara kreatif yang menarik akan membangkitkan ide-ide baru, konsep-konsep, dan energi kreatif yang terus beresonansi. 

Dalam kondisi macam ini yang terjadi adalah hukum tarik-menarik; sebagai contoh ide-ide dan konsep-konsep unik secara alamiah menarik konsep-konsep dan ideide lain sejenis.

Aktivitas mencipta dan merekayasa produk dan suasana kreatif ternyata menular. Dan situasi kondusif seperti ini membuat potensi-potensi baru untuk berkarya.

Untuk mengkondisikan terciptanya atmosfer kondusif bagi munculnya kreatifitas, masyarakat perlu pemahaman akan pentingnya ruang nyata dan ruang sosiokultural yang leluasa untuk berkesenian.

(Dokumentasi pribadi Indra Bob Wijaya)

Adanya ruang yang cukup memadai, memungkinkan para pekerja seni dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ide-ide kreatifnya.

Praktik seni suatu komunitas dan konsep berkesenian yang melandasinya pun beragam. Dan sejalan dengan itu, di setiap zaman selalu saja muncul pembaruan
cara dan konsep berkesenian.

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)

Di setiap budaya selalu saja muncul individu kreatif yang ingin melakukan penyegaran, perbaikan; atau mencipta sesuatu yang berbeda.

Dalam seni kreatif yang dibutuhkan bukan penyeragaman, standardisasi, dan penyamaan perspektif, melainkan keluwesan berfikir, keberanian dan kemauan
untuk mencari sesuatu yang khas, unik, khusus, atau istimewa; guna menawarkan kebaruan, penyegaran dan inovasi.

Konsekuensinya, tidak jarang tampilan suatu karya di luar pemikiran praktis atau pemahaman yang logis. Dalam, dengan, dan melalui seni, kehidupan keseharian dapat dibuat menjadi lebih indah dan merangsang seseorang untuk berkarya dan berinovasi.

(Dokumentasi pribadi Lucky Ardiansyah)

Sebuah karya yang menarik akan merangsang orang lain untuk menikmatinya; menginspirasi yang melihatnya untuk membuat karya yang serupa bahkan berusaha melampaui apa yang awalnya menjadi inspirasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme: Overlay by Kaira