Filosofi Aquascaping

Aquascaping adalah seni yang tidak pernah selesai, beginilah cara pandang aquascaper melihat karya yang dia buat. berbeda dengan gambar lukisan yang sudah jadi, yang tinggal dinikmati di galeri. 

Dalam aquascaping, dibutuhkan perawatan seumur hidup. Sebuah tank aquascape akan terus melibatkan sang seniman, yaitu si aquascaper, dengan objek seninya yang juga merupakan sebuah kehidupan.

Jadi beda sekali antara seni aquascaping dengan seni visual yang lain seperti fotografi, lukisan, atau patung. Berbeda tidak hanya dari sisi pemaknaan hasil karyanya, tapi juga berbeda cara menikmatinya.

Dalam aquascaping, hasil karyanya merupakan miniatur kehidupan yang harus mengikuti tatanan alam. Artinya, ada hukum-hukum alam yang terjadi di dalamnya seperti rantai makanan, cahaya dan reaksi.

Dan sebagai sebuah miniatur alam, dasar terbentuknya berbagai gaya (style) dalam aquascaping tidak lepas dari pengaruh alam dan bagus disesuaikan dengan alam. 

Tidak begitu mudah untuk membuat seseorang mempunyai minat untuk memulai hobby aquascaping, meskipun mungkin ia bisa mengagumi keindahan visualnya namun ia tidak bisa menghayati secara mendalam makna yang terkandung dalam karya seni yang ditampilkan oleh kehidupan di dalam air itu.

(Dokumentasi Pribadi Dino Noerdyansyah)

Barangkali tidak banyak orang yang tertarik untuk mempelajari falsafah dibalik aquascaping. 

Bagi saya pribadi, pengetahuan ini penting untuk penghayatan yang lebih mendalam. Bahwasanya Filosofi aquascaping sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan manajemen apa pun dalam hidup manusia. Bahwa keseimbangan itu perlu.  

Dan untuk mencapai keseimbangan, kadang perlu untuk mengorbankan satu elemen, ibaratnya terkadang kita harus memotong sebuah daun besar yang menguning agar tanaman tersebut dapat menumbuhkan tunas baru.

(Dokumentasi Pribadi One Original)

Agar secara keseluruhan elemen dalam sebuah struktur kehidupan bertumbuh dengan baik; bisa pula memberi kesempatan pihak lain untuk berkembang.

Tak beda jauh dengan mengelola perusahaan, atau rumah tangga, dalam membangun sebuah tank aquascape, kita harus memiliki visi. Kita harus punya bayangan sebulan kedepan akan menjadi seperti apa; atau bahkan setahun kedepan. 

Dan untuk mencapai keseimbangan, kadang perlu untuk mengorbankan satu elemen, ibaratnya terkadang kita harus memotong sebuah daun besar yang menguning agar tanaman tersebut dapat menumbuhkan tunas baru. Agar secara keseluruhan elemen dalam sebuah struktur kehidupan bertumbuh dengan baik; bisa pula memberi kesempatan pihak lain untuk berkembang. 

Tak beda jauh dengan mengelola perusahaan, atau rumah tangga, dalam membangun sebuah tank aquascape, kita harus memiliki visi. Kita harus punya bayangan sebulan kedepan akan menjadi seperti apa, atau bahkan setahun kedepan.

(Dokumentasi Pribadi Aqua Realistik)

Bila kita sudah memiliki visi, bagaimana mewujudkan visi tersebut adalah perkara lain lagi. Pendek cerita, ada banyak jalan yang dapat kita tempuh untuk mewujudkan mimpi. Atau mewujudkan sebuah tank aquascape idaman. Yang terpenting, memiliki visi yang jelas sebagai penuntun dalam proses pembuatan karya aquascape tersebut. 

Dalam aquascaping kita berurusan dengan tanaman dan makhluk hidup. Di sini artinya, sebagus apa pun visi kita, seindah apa pun harapan kita, bisa mati perlahan-

(Dokumentasi Pribadi Herry Rasio)

Dalam aquascaping, sang seniman tidak akan pernah selesai menunaikan tugas. Layaknya kita sebagai orangtua terhadap anak. 

Karena di sini, kita berhubungan dengan makhluk hidup, belum tentu ia akan mengikuti apa yang kita harapkan atau inginkan. Bisa saja kita melakukan sedikit manipulasi di sana-sini dalam mengelola, tapi tidak bisa banyak manipulasi. 

Pelajaran paling berharga yang dapat kita ambil dalam menekuni aquascaping adalah, bahwa kita harus sabar, tekun, dari hari ke hari, bulan ke bulan, hingga tahun. 

Dan bila pada kenyataannya ia tidak tumbuh seperti yang kita harapkan, ada keputusan tegas yang harus kita ambil dalam mengatasinya.

(Dokumentasi Pribadi Nickz Aquascape)

Bagi setiap penggemar aquascaping selalu ada syarat berupa kesanggupan untuk memiliki tingkat konsentrasi tertentu, konsisten, kesabaran dan ketekunan.

Tak beda jauh bukan, dengan halnya kita membesarkan seorang anak maupun sebuah perusahaan diperlukan kegigihan untuk bertahan. 

Dalam menikmati sebuah tank aquascape pun, setiap kita akan melihat dan merasakan keindahan yang berbeda dengan orang lain. 

Rasa kekaguman atas suatu keindahan berkembang dari pengalaman batin dan perjalanan proses hidup seseorang. Kita tidak bisa memaksakan keindahan terhadap orang lain. 

Itulah mengapa, dalam berbagai komunitas aquascaping yang mulai menjamur di seluruh belahan dunia, setiap perbincangan dan diskusi selalu akan ramai dan penuh perdebatan. 

Kita semua sepakat bahwa keindahan sebuah tank aquascape tidak hanya dari rimbunnya daun-daun hijau atau ranting-ranting kayu yang eksentrik atau gagahnya sebuah batu.

Semua elemen dalam sebuah tank aquascape, walaupun berupa kotoran atau sisa makanan ikan tetap menjadi bagian penting dari keseluruhn keindahan yang ada. Terutama dengan memaknai tumbuhnya tunas-tunas daun muda yang merekah sehat.

(Dokumentasi Pribadi Dama Refiyuda)

Kombinasi antara dedaunan hijau, merah, ranting kayu tua yg kokoh, hamparan moss dan batu-batu kekar juga bisa menjadi suatu keindahan yang sangat berarti.

(Dokumentasi Pribadi Nickz Aquascape

Meskipun di sini saya hanya bisa bercerita panjang lebar tentang Filosofi dibalik aquascaping, keterlibatan saya dalam dunia aquascaping tidak semata-mata membuat saya ahli dibidang ini, tapi lebih membawa saya kepada bertumbuh berkembang dan berproses menjadi besar dalam keindahan dunia aquascaping.

(Dokumentasi Pribadi Nickz Aquascape)

Dan itu sudah cukup bagi saya pribadi. Setiap orang akan berbeda dalam cara pandang menilai suatu karya, yang pasti setiap insan manusia berhak mengimajinasikan pikiran dan ide ide yang dituangkan ke dalam sebuah tank.

(Dokumentasi Pribadi Widex Sastrosudjono)

Mungkin saja pada akhirnya, saya akan mengatakan pada diri sendiri, saya tidak akan mengejar menjadi ahli dan melakukan jual beli desain aquascape

 Saya rasa tidak perlu saya menyaingi teman-teman maupun rekan saya dalam melakukan transaksi jual beli. Karena kalau pun saya sudah membangun sebuah tank aquascape sempurna versi saya, saya pasti sayang untuk menjualnya. 

Aquascaping lebih mengantarkan saya mengasah jiwa “seni” dan ketekunan yang saya miliki. Lewat aquascaping, saya mencoba menyerap rasa-rasa lembut yang menyentuh rasa dan kalbu dan mengalirkannya menjadi energi positif dalam hidup 

Seperti halnya dalam manajemen perusahaan, di kehidupan yang terus bergerak dan berubah cepat seperti sekarang, dibutuhkan tak hanya pencetus ideide kreatif, tapi juga harus ada yang mengelola, yang menjalankan. Dalam aquascape, tidak cukup dengan sekadar memiliki ide-ide brilian dan keahlian untuk membuat sebuah setting layout aquascape namun di lain sisi tidak ada keinginan untuk mengelola atau merawatnya.

“Don’t tell people about your tank, show them” – Donny B.G 

(Dokumentasi Pribadi Thoyib Akar Kayu)

Baik dalam manajemen, dalam hidup, maupun dalam aquascaping haruslah ada kombinasi antara keahlian (kemampuan) dengan kemauan.

Nothing is Original

Baik dalam manajemen, dalam hidup, maupun dalam aquascaping haruslah ada kombinasi antara keahlian (kemampuan) dengan kemauan.vBagaimana melihat dunia sebagaimana seorang Aquascaper melihat dunia, beberapa Aquascaper sering ditanya, “darimana kamu dapat ide – ide mu?” , seorang Aquascaper yang jujur berpengalaman menjawab, “saya mencurinya” Apa yang seorang Aquascaper pahami adalah bahwa tidak ada yang berasal dari tidak dari mana – mana.

(Dokumentasi pribadi Pakne Kenzho)
(https://i.ytimg.com/vi/SpmWpITiMgQ/maxresdefault.jpg 6/04/2022 09:06)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Seperti gambar aquascape di atas, terinspirasi dari hero mobile legends bang bang 

Apa yang pernah ada, akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi. Semua hasil kreatif terbentuk dari apa yang sudah ada sebelumnya. “tak ada yg sesuatu yg baru di bawah matahari”. Beberapa orang akan tidak setuju dengan gagasan tersebut, tapi hal itu justru memberi “harapan”. vSetiap ide – ide baru adalah campuran atau remix dari satu atau lebih ide -ide yg ada sebelumnya, kita mencurinya entah itu dari alam atau kumpulan karya lainnya.

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)
(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)

Dari sini kita bisa lihat apa yang sedang dicuri oleh Paryo Prayogi untuk maha karya yang dibuat

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)

“Satu2nya seni yang selalu bisa saya pelajari adalah, hal – hal yang bisa saya curi dari seni itu sendiri”

-David Bowie-

“Segala sesuatu yang perlu dikatakan, sebenarnya sudah pernah dikatakan seseorang sebelumnya. Tapi karena mungkin saat itu tak ada yg mendengarkan, maka perlu dikatakan lagi”. 

Kalau kita bisa terbebas dari patokan untuk berusaha menjadi original, kita bisa mulai berhenti untuk berusaha membuat sesuatu mulai dari nol, dan kita bisa lebih menghargai keberadaan pengaruh dari hal – hal lain ketimbang melarikan diri dari pengaruh2 tersebut. 

Kamu hanyalah akan sebagus apa saja di mana kamu berada diantaranya. Tugasmu adalah mengumpulkan ide – ide bagus. 

Semakin banyak ide bagus yang kamu kumpulkan, semakin banyak pilihan untukmu dalam memilih mana yang akan memberi pengaruh buat kamu.

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Seorang pekerja seni itu adalah seorang kolektor. Bukan seorang penimbun, yang mengumpulkan/menumpuk barang – barang tanpa diseleksi dan kadang tidak dibutuhkan. 

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Seorang kolektor hanya mengumpulkan yang mereka sangat sukai. Biasanya berupa gambar- gambar, kayu dan batu dari sinilah ide itu akan muncul. 

Tugas kita adalah mengumpulkan ide – ide yang bagus. Semakin banyak ide bagus yang kamu kumpulkan, semakin banyak pilihan untukmu dalam memilih mana yang akan memberi pengaruh buat kamu. “Ambillah dari mana saja yang memberimu inspirasi atau memuaskan imajinasimu.” 

Dalam kata lain, palsukan, berpura – puralah menjadi sesuatu, sampai kamu benar – benar menjadi sesuatu sungguhan. Saya suka perumpamaan barusan. Ada dua cara untuk mengartikannya.

1) berpura-puralah menjadi sesuatu sampai kamu benar – benar menjadi sesuatu

(Dokumentasi pribadi Mamet Rahmad)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

2) pura-puralah membuat sesuatu sampai kamu sendiri lupa bahwa kamu sedang berpura pura. Saya suka kedua arti tersebut

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Tak seorangpun terlahir dengan style atau pengaruh. Pada awalnya, kita belajar dengan berpura-pura menjadi seperti panutan kita. Kita belajar dengan meniru/ mengcopy. Kita berbicara tentang latihan di sini, bukan menjiplak (plagiarisme). 

Plagiarisme adalah kamu mengaku-akui hasil karya orang lain sebagai hasil karyamu. Mengcopy sama halnya seperti reverse-engineering. Seperti saat seorang mekanik membongkar sebuah mobil untuk mempelajari cara kerjanya.

“Mulailah mengcopy hal yang kamu suka. mereka yang tidak mau meniru apa pun, takkan menghasilkan apa pun. Dan jangan meniru dari satu orang idolamu, tirulah dari semua idolamu.  

Kalau kamu meniru dari satu orang, itu plagiarisme, tapi kalau kamu meniru dari banyak orang, itu adalah riset. Kalau kamu memiliki satu orang yang kamu jadikan pengaruh besar pada dirimu, maka kamu akan menjadi bayang-bayang orang tersebut, namun kalau kamu membiarkan pengaruh dari beberapa orang pada dirimu, kamu akan terlihat original dirimu.

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)
(Dokumentasi pribadi Haikal Rizky)

Yang sedikit tricky adalah, apa yang ditiru/dicopy. Jangan hanya curi style-nya, tapi curilah pemikiran dibalik style tersebut.

Kamu tidak mau terlihat mirip idolamu, kamu ingin melihat seperti cara idolamu melihat. Alasan untuk mengcopy idolamu dan style mereka adalah, kamu seakan bisa masuk ke pikiran mereka sedikit.

Kalau kamu hanya mengcopy karya seseorang tanpa berusaha memahami jalan pikir dibaliknya, kamu hanya akan terlihat seperti copyan pada akhirnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme: Overlay by Kaira