Baca Juga : Fungsi Tanaman Aquatic
One Research – Tidak seperti pada umumnya tanaman darat, tanaman yang hidup didalam air tidak tergantung pada akar dalam menyerap nutrisi. Tanaman aquatik dapat menyerap nutrisi dari seluruh bagian permukaan tubuhnya, terutama pada bagian epidermis daun (Dr. Karel Rataj, Thomas J. Horeman 1977). Oleh karena itu pemupukan pada tanaman sebaiknya tidak hanya terkonsentrasi pada Substrate, pemupukan pada kandungan air juga perlu dilakukan, bahkan penilitian menunjukan bahwa penyerapan nutrisi oleh tanaman lewat kandungan air menghasilkan respon pertumbuhan tanaman lebih baik dibandingkan penyerapan nutrisi lewat akar (T.V Madsen, N. Cedergreen; Freshwater Biology 2002).
Nutrisi/pupuk pada tanaman berbentuk unsur atau zat kimia, baik itu yang Organik maupun yang Inorganik, dan dikelompokkan menjadi dua bagian utama , yaitu Nutrisi Makro dan Mikro
Sesuai dari namanya Makro adalah nutrisi/zat/unsur kimia yang dibutuhkan oleh tanaman dan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan oleh Nutrisi Mikro.
Yang termasuk dalam Nutrisi Makro adalah :
- Carbon (C), – Oksigen (O)
- Hydrogen (H)
Ketiga Unsur tersebut biasa juga sebagai Nutrisi Macro Essential / Dasar
- Nitrogen (N), – Potassium/Kalium (K)
- Phosporus/Phosphate (P)
Ketiga unsur tersebut biasa juga sebagai nutrisi Macro Premier/Utama
Selain Ketiga Unsur tadi, ada beberapa unsur/zat lainnya yang masuk dalam kategori Makro,yaitu :
- Calsium (Ca)
- Magnesium (Mg)
- Sulphur (S)
- Cloride (CI)
Unsur-unsur/zat-zat tersebut biasa juga sebagai nutrisi Makro Sekunder.
Baca Juga : Fungsi Tanaman Aquatic
Hal ini diperhatikan Tanaman dan Alga sama-sama membutuhkan unsur N untuk tumbuh. Dalam hal ini unsur N terbagi dalam berbagai formasi diantaranya:
- Ammonia (NH3)
- Ammonium (NH4+)
- Nitrit (NO2–)
- Nitrat (NO3–)
Nutrisi Mikro adalah nutrisi yang diserap tanaman dalam jumlah yang sedikit (pada Fe atau zat besi dapat dibuat pengecualian), karena itu biasa disebut juga sebagai “Trace Element”. Umumnya bentuk dari Nutrisi Mikro adalah unsur kimia logam dan diklasifikasikan sebagai logam kelas B (mempunyai tingkat bahaya keracunan tinggi pada makhluk hidup). Jika logam kelas B ini terdapat dalam air aquarium pada jumlah relatif sedikit saja sudah merupakan toxic/racun untuk ikan dan makhluk hidup lainnya. Disinilah peran tanaman yang mempunyai “kodrat” untuk selalu siap menyerap logam sangat penting bagi keseimbangan ekosistem aquarium.
Yang termasuk nutrisi mikro antara lain adalah :
- Iron/Besi (Fe)
- Manganesse/Mangan (Mn)
- Zinc/Seng (Zn)
- Nickel/Nikel (Ni)
- Boron (B)
- Copper/Tembaga (Cu)
- Cobalt (Co)
- Molybdenum (Mo)
I conceive other website owners should take this internet site as an example , very clean and good user friendly layout. Ealasaid Hunter Rosner
Hallo you can follow our instagram https://www.instagram.com/one.riset/