Focal Point

Setiap elemen dalam aquascaping sama pentingnya dalam mewujudkan sebuah visual yang sempurna dalam sebuah tank aquascape. 

Keberadaan focal point atau Point Of Intereset (POI) bukan untuk memfungsikan dirinya sebagai elemen yang lebih penting dibanding yang lain, melainkan untuk mengarahkan fokus, memperkuat perspektif dan kejelasan fungsi ruang sekaligus mempertajam konsep ruang.

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)

Dalam desain aquascape, focal point adalah sebuah elemen yang menarik perhatian karena lebih dramatik dibanding dengan elemen lainnya.

“Aquascape is a visual art, we don’t just grow plants, but we also want the light that can maximize the appearance of plants”
– Donny B.G-

Focal point biasanya menjadi titik awal bagi aquascaper untuk mengeksplorasi sebuah karya aquascape. 

Elemen ini lebih dramatis dibanding dengan elemen lainnya karena memang tujuan utamanya untuk langsung menarik pandangan mata siapa pun yang melihatnya. Focal point harus diciptakan sesegera mungkin, ini menjadi sebuah pertimbangan yang sangat penting dalam aquascaping, Biasa disebut juga dengan Point Of Interest (POI), ia menjadi fokus atau titik utama dalam sebuah desain aquascape. Focal point dapat membuat seorang viewer memahami konteks desain aquascape yang ingin dicapai sang pembuatnya. Meskipun dalam desain tersebut memiliki beberapa elemen yang menonjol, namun selalu akan ada focal point yang dominan sebagai fokus utama.

(Dokumentasi Pribadi Beny Rafika)

Keberadaan focal point inilah yang dominan akan membentuk struktur visual pada desain aquascape.

Keberadaan sebuah focal point sebagai elemen dominan tetaplah harus saling mengisi dengan yang lainnya. Meskipun dominan, ia cenderung tidak akan bertabrakan. Dengan kata lain, ia memiliki keseimbangan.

Menentukan Focal Point

(Dokumentasi pribadi Wendy Kurniawan)

Dalam menentukan focal point dalam desain aquascaping tidak ada aturan bakunya, namun merupakan sebuah pertimbangan penting, sehingga harus segera dilakukan sebelum mulai mendesain layout aquascape. 

Dalam tahap awal mendesain, menentukan focal point cukup dengan memusatkan salah satu objek yang dianggap lebih menonjol dan menarik perhatian dibanding lainnya atau di mana jika melihat suatu aquascape mata kita akan langsung menuju ke focal point yang dibuat. Ada yang menggunakan elemen batu, kayu dan tanaman bahkan menggunakan area negative sekalipun (akan diterangkan di halaman berikutnya).

Misalnya sebagai inspirasi; sebuah kayu besar yang di penuhi tanaman sebagai focal point, atau batu besar yang menonjol dari yang lain, atau bisa juga diantara sekelompok kayu yang menghadap sejajar ke kanan. 

Ada salah satu diantara mereka ada yang menghadap ke kiri, atau bisa juga kita menggunakan tanaman merah yang diletakkan diantara warna dominan tanaman yang seluruhnya berwarna hijau. 

Hal seperti ini pernah ditampilkan melalui karya Narto noto seperti berikut.

(Dokumentasi pribadi Narto Nato)
(Dokumentasi pribadi Agusalim Jamaludin)

Berikut adalah contoh focal point mengunakan area negative

(Dokumentasi Pribadi Paryo Prayogi)

Contoh focal point mengunakan kayu

(Dokumentasi Pribadi Paryo Prayogi)
(Dokumentasi pribadi Luky Ardiansyah)

Sebuah desain aquascape dengan struktur visual yang baik memiliki elemen focal point untuk memulai dan mengakhiri penelusuran ruang layout. Struktur visual ini akan membawa pandangan mata tertarik pada satu focal point yang dominan, menggerakkan penglihatan ke arahnya, dan membuat pandangan mata menjadi nyaman.

Dan dengan adanya satu objek focal point yang menarik fokus pandangan mata, dengan sekali melihat viewers tahu apa yang hendak disampaikan olah sang aquascaper dalam desain aquascapenya.

Rule of Thirds

The Rule of Thirds lebih merupakan sebuah panduan (atau guideline) ketimbang aturan baku. Rule of thirds dipergunakan para pekerja kreatif dan pekerja seni sebagai panduan dalam meletakkan elemen-elemen dan focal point dalam sebuah komposisi karya seni.

Hampir semua orang kreatif, mulai dari pelukis, fotografer, grafik desainer maupun arsitek akan bertemu Rule of Thirds dalam beberapa poin dalam berkarya.

Termasuk juga para aquascaper, siapa pun yang membuat sebuah karya yang fokusnya ada pada keindahan visual akan selalu berurusan dengan panduan emas ini untuk mencapai sebuah komposisi yang seimbang.

Apa sesungguhnya Rule of Thirds? Dan bagaimana penggunaanya?

Rules of Thirds adalah salah satu prinsip komposisi yang paling dikenal dan popular. Ia berupa garis-garis bantu virtual. Rule of Thirds menyebutkan bahwa image visual apa pun harus dibelah oleh dua buah garis vertikal sejajar dan dua garis horizontal sejajar, membentuk 9 buah persegi yang sama besar dan proporsional.

(Dokumentasi pribadi Narto Nato)
(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)

Rules of Thirds membagi image visual dengan dua garis vertikal dan dua garis horisontal menjadi 9 persegi yang sama ukurannya dan proporsional. Titik-titik perpotongan antara garis merupakan tempat terbaik meletakkan focal point

Dan elemen-elemen penting atau focal point dalam komposisi atau layout yang akan dibuat seharusnya terletak pada titik-titik perpotongan antara garis vertikal dan horizontal. Peletakan focal point pada salah satu titik perpotongan tersebut akan menghasilkan sebuah hasil visual yang dinamis, komposisi yang menarik yang akan menuntun pandangan mata yang melihatnya tertarik ke sepanjang keseluruhan layout.

Dalam komposisi aquascaping, Rule of Thirds hanyalah salah satu dari sekian banyak prinsip komposisi lainnya.

Rule of Thirds merupakan panduan dasar membangun komposisi dan desain, membantu kita belajar untuk menerapkan aturan-aturan untuk mendapatkan efek artistik yang kita inginkan.

(Dokumentasi pribadi Doddy Percaso)

Dalam aquascaping, aquascaper ingin m e m a k s i m a l k a n keindahan dan dampak visual dari desain layout aquascape yang mereka

Pada tahap memulai desain layout, terapkan Rules of Thirds dengan
m e n g g a m b a r k a n secara virtual garisgaris vertical berjarak sama dan garisgaris horizontal yang juga berjarak sama, saling memotong dan menghasilkan empat (4) buah titik perpotongan yang merupakan titiktitik pandang mata

Dan elemen-elemen penting (focal point) dari suatu komposisi aquascape sebisa mungkin terletak di sepanjang garis-garis ini ataupun persilangan-persilangan dari garis-garis tersebut.

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Pendukung teknik ini menyetujui bahwa meletakkan suatu objek focal point dengan menggunakan titik-titik tersebut akan menciptakan lebih banyak tekanan, energy dan ketertarikan lebih atas suatu komposisi aquascape ketimbang dengan menempatkan suatu objek focal point di tengah-tengah (dead center). Ingatlah bahwa mata kita tidak nyaman melihat objek yang sentral atau berada di titik dead center.

Dengan menerapkan Rules of Thirds, kita sekarang memiliki pertemuan empat titik.

Dan titik-titik tersebut dapat kita pergunakan untuk menentukan focal point yang kita butuhkan untuk membuat karya aquascaping yang lebih artistik.

Rule of thirds  juga merupakan petunjuk bagaimana caranya memposisikan objek di sepertiga bagian dalam desain agar lebih enak dilihat.

Di bawah ini saya ingin mengajak pembaca untuk melakukan analisis berbagai komposisi yang ada, dan dalam kesempatan ini saya akan mencoba menggali lebih dalam hasil karya anak bangsa, salah satu karya kebanggaan Indonesia, Pulau Sempu dan Diikuti karya anak bangsa Indonesia lainnya

(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)

Pulau Sempu, salah satu karya aquascape terbaik Indonesia karya Herry Rasio. (Kredit : Dokumentasi pribadi Herry Rasio)

Saat melihat desain aquascape karya teman saya ini, mata saya tertuju pada liuk-liuk kayu pohon besar yang seolah menari bersama pohon dibelakanganya.

Bagaimana menurut Anda? Semoga pendapat kita tidak berbeda jauh, bahwa pandangan mata kita tertuju pada kayu utama di posisi paling depan. Ada sesuatu yang menonjol di sana.

Bila ditarik ke dalam sebuah komposisi, apakah posisi focal point tersebut pas dengan bila kita memasukan teknik Rule Of Thirds di atas?

(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)

Menentukan letak focal point dengan menggunakan teknik Rules of Thirds

Gambar di atas menunjukkan garis-garis bantu virtual bila kita coba menerapkan teknik Rule of Thirds ke dalam desain layout “Pulau Sempu” karya Herry Rasio. Pertama kali saya melihat rancangan aquascape dari teman saya ini, pandangan mata saya langsung tertarik tertuju pada batang kayu besar yang berbentuk pohon, di mana area yang banyak ditanami tanaman sedikit terlalu ke tengah untuk berada tepat di bagian sepertiga kiri.

Titik-titik persinggungan pada garis vertikal sebelah kanan menurut saya kelihatan sangat mencolok dalam menunjukkan lokasi focal point yang ideal. Sepertinya Herry sangat ingin menonjolkan kayu yang sangat angun tersebut. Ini menyatakan bahwa bagian tersebut bisa menjadi focal point.

Dari contoh di samping, tampak cukup jelas bahwa dalam menentukan keberadaan focal point tidak akan jauh dari ke empat titik perpotongan dalam teknik Rules of Thirds

(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)

Komposisi ini juga dapat membantu dalam menentukan bagian penataan substrate, peletakan hardscape dan penentuan area kosong.

Cobalah perhatikan; bahwa batang kayu besar itu berada di sebelah kanan dari garis vertikal kanan.Menurut pendapat anda, apakah batang kayu tersebut akan lebih dominan bila ia berada sedikit ke kiri atau tepat berada di garis vertikal kanan? Mungkin saja. Itu menurut dugaan saya.Tapi tampaknya, memang niatan Herry Rasio untuk membuat batang kayu tersebut menjadi focal point.Hal lain yang mengejutkan dari melihat penerapan Rule Of Thirds adalah betapa layout ini menciptakan sebuah triangle virtual besar yang memotong garis diagonal dari ujung kiri bawah ke kanan atas, menurut saya konsep inilah cikal bakal yang mengispirasi sebuah style ciri khas Herry Rasio (Rasio style). Buat saya, pemakaian jenis moss di rancangan ‘Pulau Sempu’ ini sangat penting untuk menciptakan suasana natural dan alami.

Penggunaan akar-akar yang mendobrak keluar dari batu memberikan tekstur yg sangat bagus. Saya pribadi menyukai kenyataan bahwa Herry menggunakan sangat sedikit spesies tumbuhan sehingga layout keseluruhannya terlihat amat natural.

Mari kita ingat, bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu kurang baik. Saat seorang aquascaper mengejar tampilan wild atau terlihat natural seperti di alam bebas, menggunakan terlalu banyak spesies tumbuhan bisa membuat karya seninya tampak seperti kekacauan yang tak terkendali.

Rule of Thirds

Golden section juga dikenal sebagai divine division atau golden ratio. Golden ratio adalah sebuah proporsi yang tampaknya memiliki elemen ajaib, dan beberapa orang bilang, mampu menggambarkan sebuah keindahan universal.

Bila sebuah garis lurus kita bagi dua, dan rasio (perbandingan) antara garis yang lebih pendek terhadap garis yang lebih panjang sama dengan rasio (perbandingan) antara garis yang lebih panjang terhadap jumlah panjang kedua garis tersebut, maka kondisi ini disebut golden ratio. Ini adalah rasio 1 berbanding 1.618 dan ini terlihat di manapun di alam.

(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)

Untuk melihat apakah Aquascape ini menerapkan komposisi layout yang sesuai dengan apa yang entah sudah terprogram pada diri kita sebelumnya atau kita secara pribadi anggap menarik.

Dalam aquascaping, Golden Sections sangat baik untuk menemukan perspektif dari sebuah layout, dan kadang untuk menemukan simetri atau irama.

Dalam matematika dan seni, dua nilai dianggap berada dalam hubungan Golden sections atau rasio emas ( ) jika rasio antara jumlah kedua nilai itu terhadap nilai yang besar sama dengan rasio antara nilai besar terhadap nilai kecil.

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)
(Sumber Gambar : https://content.kaotic.com/2020/12/da1e18bd63d2_58774.jpg 04/Maret/2020, 10:35)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Nilai yang lebih besar dilambangkan dengan huruf a, sedangkan nilai yang lebih kecil dilambangkan dengan huruf b. jika dirumuskan secara aljabar adalah sebagai berikut: a+b/b =a/b=φ,

di mana huruf Yunani phi (φ) mewakili rasio emas (golden ratio). Nilainya adalah: φ = 1+√16/2=1.6180339887….

Menerapkan ini, kita lihat bahwa Herry Rasio melakukan tugasnya dengan baik dengan menempatkan sisi berat layout ini di bagian kanan dengan ruang kosong
(negative) yang seimbang di bagian kiri. Apakah anda melihatnya?

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Sebagian besar penanaman dan kayu berada di sisi kanan dari garis vertikal sebelah kiri di area tersebut.

Dan bagian tersebut memiliki proporsi 1 berbanding 1.618. Perhatikan bagaimana bagian tengah (mid ground) berada di antara dua section atau dua buah garis vertikal.

(Dokumentasi pribadi Aldino Rafiq Rendiansyah)
(Dokumentasi pribadi Agusalim Jamaludin)

Dengan kata lain, objek yang ditempatkan di ujung spiral berada cenderung merupakan titik di mana perhatian orang akan tertuju. Bentuk spiral terlihat sangat alami dan enak dipandang mata.

Rule of Thirds

Fibonacci spiral atau disebut juga golden spiral adalah suatu bentuk spiral virtual yang populer dalam komposisi seni, termasuk juga dalam aquascaping.

Bentuk spiral ini (ilustrasi dibawah) banyak terdapat dialam misalnya pada cavngkang keong, berbagai jenis bunga, dan lain-lain. Dalam seni, ia kadang digunakan untuk mencari focal point.

Dengan kata lain, objek yang ditempatkan di ujung spiral berada cenderung merupakan titik di mana perhatian orang akan tertuju. Bentuk spiral terlihat sangat alami dan enak dipandang mata.

(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)

Seperti yang bisa kita lihat pada contoh d iatas, ketika kita letakkan Golden Spiral,

ia memang berada sangat dekat dengan posisi yang memang kita anggap focal point. Ia mungkin akan menjadi focal point yang lebih kuat jika ia berada sedikit ke kiri sebagaimana kita bahas di atas dengan Rule Of Thirds.

Bagaimanapun, karena ia berada dekat dengan posisi di mana kita akan mencari focal point dan ia merupakan satu-satu nya batang kayu, ia menarik perhatian dan fokus pandangan mata.

Menurut anda apakah Herry Rasio sengaja melakukan ini? Apakah anda akan meletakkan batang kayu tunggal tersebut di sana? Kalau menurut anda, apa yang menjadi focal point dalam desain layout ‘Pulau Sempu’ ini?

Hmmm… pertanyaan, pertanyaan. Inilah yang disebut-sebut dengan analisis ilmu seni. Ini lebih banyak kepada seberapa banyak pertanyaan yang bisa kita jawab ketimbang kepada Herry Rasio. Ini mengenai konstruksi ulang suatu karya seni untuk menemukan makna dan niatan di baliknya.

(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)
(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)
(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)
(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)
(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)
(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)

Golden Triangle

Pada dasarnya tidak ada aturan baku dalam aquascaping dari sisi seni-nya. Namun yang ada hanyalah panduan – panduan yang dapat membantu Anda untuk menghasilkan layout agar lebih dramatis.

Banyak sekali komposisi seni yang bisa diaplikasikan, salah satunya yaitu Golden Triangle dan salah satu komposisi yang paling kental dalam desain ini adalah golden triangle.

Golden triangle adalah komposisi yang baik untuk digunakan ketika subjek yang dirancang menjadi focal point mengandung elemen garis diagonal yang kuat. Golden triangle dapat dibentuk dengan membagi layout menjadi 3 buah segitiga.

Seperti rasio-rasio lain disebut di atas, golden triangle bisa menjadi alat untuk menentukan focal points dan menyusun komposisi layout.

Titik-titik persinggungannya bisa menjadi focal points yang dicari. Segitiga dapat kita temui di mana saja, caranya kita harus jeli untuk membedakan objek atau garis garis lain.

Golden triangle sendiri merupakan komposisi yang sangat baik dan sangat mudah untuk dimanipulasi. Bukan hanya subjek yang berbentuk segitiga, komposisi segitiga juga mencakup 3 buah titik yang jika ditarik garis akan membentuk segitiga, dan hal ini jarang disadari oleh pemula.

Berbeda dengan fotografi yang mencari bentuk bentuk segitiga, dalam aquascaping kita harus menciptakan bentuk-bentuk segitiga dan kita akan melihat mungkin kita tidak menyadari dengan menciptakan segitiga kita mampu menghasilkan hardscape yang lebih dramatis.

(Dokumentasi pribadi Herry Rasio)

Pada aturan sepertiga, bidang tank (aquarium) dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horizontal sehingga foto memiliki 9 area yang sama besar. Dengan demikian, tank memiliki pertemuan empat titik. Keempat titik pertemuan tersebut bisa disebut sebagai empat titik mata.

Masih ingat bahwa kita berfikir kalau kayu di kanan atas bisa jadi focal point layout ini? Jadi coba perhatikan bagaimana titik tersebut berada hampir tepat di titik persinggungan bagian atas.

Ini mendukung pemikiran kita bahwa itu adalah focal pointnya. Mari kita coba pikirkan. Apakah Herry Rasio mengetahui benar bahwa lokasi tersebut akan menjadi focal point pada saat ia melakukan set up layout ini?

Atau hanya berdasarkan insting dan pengalaman saja? Atau mungkin hanya menguji keberaniannya?

(Dokumentasi pribadi Ejs Doang)
(Dokumentasi pribadi Tonny Oktapriadi)
(Dokumentasi pribadi Tonny Oktapriadi)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme: Overlay by Kaira