Di dalam aquarium yang berisikan tanaman, pertumbuhan dan kesehatan tanaman sangat perlu diperhatikan karena tanaman merupakan dasar dari seluruh ekosistem di dalam aquarium. Pertumbuhan dan kesehatan tanaman ini adalah kunci dari aquascape.
Banyak permasalahan dalam dunia aquascape muncul akibat dari tidak sehatnya tanaman di dalam aquarium, seperti misalnya matinya ikan-ikan, udang dan pertumbuhan algae yang tidak terkendali.
Oleh karena itu sangatlah penting untuk selalu fokus pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman dalam aquarium yang paling utama, dan bukan terfokus pada bagaimana menghilangkan algae.
“Aquascape adalah sebuah desain, desain itu adalah seni, seni itu indah dan hasil seni itu mahakarya” – Anonymous
Hukum Minimum Liebig
Salah satu teori yang paling terkenal dalam membahas tentang pertumbuhan tanaman dan menjadi dasar ilmu botani adalah Hukum Minimum Liebig atau Liebig’s “Law of Minimum”. Liebig Law pertama kali dicetuskan oleh seorang botanist Jerman bernama Carl Sprengel, yang kemudian dipopulerkan oleh ahli kimia Jerman yang bernama Justus von Liebig.
Konsep ini awalnya dirumuskan untuk membahas nutrisi pada tanaman, namun pada akhirnya teori ini berlaku untuk semua aspek yang berkaitan dengan pertumbuhan tanaman.
Bahkan di era modern seperti sekarang ini, Liebig’s Law diterapkan pula pada ilmu lain seperti Natural Resources Management (Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam) dan Neo-liberal economic theory (teori ekonomi Neo-Li beralisme).
Justus Freiherr von Liebig adalah seorang ilmuwan Jerman yang memberikan kontribusi besar pada kimia pertanian dan biologi, dan dianggap sebagai salah satu pendiri utama kimia organik.
Dia dijuluki sebagai “bapak industri pupuk” karena penekanannya pada nitrogen dan mineral jejak sebagai nutrisi tanaman esensial, dan perumusannya tentang hukum minimum, yang menggambarkan bagaimana pertumbuhan tanaman bergantung pada sumber daya nutrisi yang paling langka, ketimbang jumlah total sumber daya yang tersedia.
“Modal pertama dan utama seorang seniman adalah imajinasi” – Anonymous
“Hukum Minimum Liebig menyatakan bahwa pertumbuhan
tidak dikendalikan oleh total keseluruhan sumber daya yang
tersedia, tetapi dikendalikan oleh sumber daya/elemen yang
paling sedikit (faktor pembatas).”
Seperti terlihat pada gambar barrel berikut, bila di gambar ini air menggambarkan tingkat pertumbuhan tanaman, jumlah air di dalam barrel tidak dapat naik ke level yang lebih lebih tinggi karena terbatasi oleh bilah kayu yang paling pendek.
(dalam hal ini bilah kayu terpendek menggambarkan elemen yang membatasi/menghambat pertumbuhan tanaman).
Ini artinya tingkat pertumbuhan tanaman (digambarkan oleh level air) terbatasi oleh elemen pertumbuhan atau faktor pembatas yang paling rendah (digambarkan oleh bilah kayu). Namun jika bilah kayu (faktor pembatas) yang pendek tersebut dinaikkan, maka level air (pertumbuhan tanaman) akan dapat meningkat.
Dari ilustrasi hukum “Liebig Law” di atas, katakanlah bila tank aquascape kita berkekurangan unsur Carbon, Carbon menjadi unsur yang paling sedikit (kurang), sehingga menambah nutrisi atau cahaya sebanyak apa pun tidak akan meningkatkan pertumbuhan
Begitu pula dengan tanaman dalam aquarium, seringkali tanaman tumbuhnya lambat atau tidak tumbuh sama sekali (stagnan) atau bahkan mati. ini disebabkan oleh kelangkaan salah satu elemen penting pertumbuhan (faktor pembatas). Umumnya kelangkaan elemen pertumbuhan dalam aquarium adalah CO2. Ini dapat disebabkan oleh kurangnya jumlah CO2 atau kurang stabil dan tidak menyebarnya CO2 keseluruh aquarium.
Adalah sangat penting untuk mencermati pertumbuhan dan kesehatan tanaman dalam tank aquarium agar masalah dalam aquarium dapat dihindari dan kesuksesan dalam ber-aquascaping dapat tercapai. Dari pembahasan di atas tadi, jika kita memperbaiki kelangkaan sebuah elemen dalam tank (elemen yang paling langka pada umumnya adalah CO2) dengan menaikkan jumlahnya, maka produktivitas atau pertumbuhan tanaman dapat meningkat, dan pada akhirnya akan menimbulkan dampak positif pada keseluruhan ekosistem dalam tank aquarium.
Jika tujuan kita adalah pertumbuhan maximum tanaman, maka mungkin jawaban kita biasanya adalah menaikan semua elemen sehingga tidak ada elemen yang menjadi faktor pembatas ( atau disebut limiting factor), walau secara teori bisa tercapai namun dalam praktiknya tidak semudah. Mari kita bahas pilihan solusinya.
1. Naikan cahaya ke titik maximum. Karena sifatnya yang fleksibel, cahaya adalah parameter yang paling mudah di kontrol, intensitasnya dapat di kontrol dengan pemilihan jenis lampu, jarak ketinggian ke substrate dapat di naik/turunkan dan durasi cahaya dapat di atur dengan timer.
2. Naikan CO2 ke titik maximum. Injection CO2 mudah di atur dengan mengamati angka BPS dan perlu diperhatikan keterlarutan dan penyebarannya, tetapi dalam praktik nya level CO2 sangat fluktuatif dan banyak faktor yang mempengaruhi nya. Diantaranya PH swing (naik dan turun) yang tinggi apabila memakai selenoid, diffuser kotor, maupun flow arus yang berkurang, semua itu akan mempengaruhi flow CO2. Dan juga adanya tambahan CO2 dari fauna dan flora dalam tank aquarium.
3. Naikan nutrisi ke titik maximum. Menaikan jumlah nutrisi dapat dilakukan dengan cara menaikkan dosis pupuk cair dan memastikan pupuk dasar yang subur.
Kemungkinan problem di aquascape yang non limiting :
1. Algea problem – nutrisi dan co2 yang berlebihan dapat di pakai oleh algea
2. kelalaian dalam dosing co2/ nutrisi membuat fauna mati
3. Pemupukan yang sia sia