Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the image-optimization domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/onerschc/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Nutrisi - One Research And Development

Nutrisi

Tidak seperti umumnya tanaman darat, tanaman yang hidup dalam air tidak hanya tergantung pada penyerapan akar dalam menyerap nutrisi, tanaman aquatic dapat menyerap nutrisi dari seluruh bagian perukaan tubuhnya, terutama pada bagian epidermis daun.

(Dr Karel, Rataj, Thomas J Horeman 1077)

Nutrisi Macro Berikutnya

  • Nitrogen (N) (Amonia ( NH₃)), (Amonium (NH₄⁺)), ( Nitrit (NO2–)), (Nitrat (NO₃⁻))
  • Potassium / kalium(K)
  • Phosphorus / Phusphate (P)

Ketiga unsur tersebut biasa juga disebut sebagai nutrisi macro premier atau macro utama.

Nutrisi Macro Berikutnya

  1. Sulfur (S)
  2. Calsium (Ca)
  3. Magnesium (Mg)

Ketiga unsur tersebut biasa juga sebagai nutrisi macro sekunder.

Makro Nutrisi

Makronutrisi adalah unsur yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh tanaman:

    • Nitrogen (N) – Berperan dalam pertumbuhan daun dan batang.
    • Fosfor (P) – Membantu dalam perkembangan akar dan bunga.
    • Kalium (K) – Mengatur keseimbangan air dalam sel tanaman.
    • Kalsium (Ca) – Mendukung pertumbuhan sel dan memperkuat struktur tanaman.
    • Magnesium (Mg) – Komponen utama dalam klorofil untuk fotosintesis.
    • Sulfur (S) – Berperan dalam pembentukan protein dan enzim.

Mikro Nutrisi

Mikronutrisi dibutuhkan dalam jumlah kecil tetapi tetap penting:

  • Besi (Fe) – Penting untuk produksi klorofil dan menghindari klorosis.
  • Mangan (Mn) – Membantu dalam pembentukan enzim.
  • Zinc (Zn) – Berperan dalam pertumbuhan tanaman.
  • Boron (B) – Mendukung perkembangan jaringan tanaman.
  • Tembaga (Cu) – Dibutuhkan dalam metabolisme enzim.
  • Molibdenum (Mo) – Penting dalam fiksasi nitrogen.
  • Nickle/nikel (Ni)
  • Cobalt (C)

Konsentrat Kritikal dan Keterseimbangan Nutrisi

Konsentrasi kritikal adalah jumlah minimum konsentrasi element yang bernutrisi dalam jaringan tanaman yang digunakan untuk pertumbuhan.

Tingkat Satuan Menghitung Nutrisi

Tingkat level atau satuan yang biasa digunakan untuk menghitung  nutrisi adalah

ppm (part per milions) (1/1.000.000)

1 ppm   =1mg/satu miligram per liter

1m liter =1kg ( hasil pembulatan)

1kg    =1000gr dan 1kg = 1000mg, maka 1kg=1.000.000 mg

Sehingga 1 ppm=1mg/ 1.000.000=1mg/1kg=1mg/liter

Mengapa cahaya menjadi kunci pemupukan?

  1. Semakin tinggi intensitas yang didapat tanaman (fotosintesis) dan untuk fotosintesis tanaman membutuhkan co2.
  2. Semakin tinggi aktifitas fotosintesis, semakin banyak nutrisi yang diambil dari air
  3. Semakin tinggi nutrisi yang diambil dari lingkungan, nutrisi semakin cepat habis
  4. Karenananya ketersediaan nutrisi bagi tanaman menjadi semakin terbatas, namun demikian kesempatan alga untuk hidup juga menjadi berkurang

Kekurangan / Kelebihan Nutrisi?

Ada beberapa mitos beredar bahwa timbulnya alga disebabkan kelebihan nutrisi, sebenarnya yang terjadi adalah ketidakseimbangan aquascape yang membuat nutrisi tidak terserap, justru beberapa alga timbul karna kekurangan nutrisi sebagai berikut:

  1. GSA green spot alga (alga bintik hijau kekurangan fosfat (PO4)
  2. GDA kekurangan PO4
  3. BGA blue green alga kekurangan no3 (nitrat)

Substrat sebagai Penyedia Nutrisi

Substrat sebagai Penyedia Nutrisi = Fondasi Kehidupan Tanaman Akuatik

Dalam dunia aquascape, substrat bukan sekadar elemen estetika, tetapi juga fondasi kehidupan bagi tanaman air. 

Substrat berperan sebagai penyedia nutrisi jangka panjang yang mendukung pertumbuhan tanaman dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Tanah memiliki sifat buffer yang membantu menjaga kestabilan pH dan menetralkan bahan kimia yang berbahaya. Misalnya, tanah dapat menyerap amonium dan logam berat, menjadikannya lebih aman bagi ikan dan tanaman.

dengan menjaga kestabilan ikan maka penggunaan soil lebih efisien dibanding tampa menggunakan.

Pertukaran Ion

Partikel soil memiliki kapasitas untuk menyimpan dan melepaskan ion nutrien sesuai kebutuhan tanaman atau dikenal dengan CEC, menciptakan suplai yang stabil dan berkelanjutan, Pembahasan ini nanti kita bahas lebih mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme: Overlay by Kaira