Filter
(Dokumentasi Pribadi AquaCepek)
" Fun With Everyone "
Aquascape – One Research merupakan brand yang menyediakan kebutuhan aquascape yang bertujuan untuk menciptakan produk unggulan yang dapat digunakan para aquaris.
(Dokumentasi Pribadi Herry Rasio)
(Dokumentasi Pribadi Adi Pratama)

(Dokumentasi Pribadi Doddy Ali Wijaya)
Tanaman dalam aquascape adalah salah satu elemen yang sangat penting, sehingga dalam kontes-kontes aquascape berskala internasional, penilaian yang berhubungan dengan penggunaan dan peletakan tanaman mempunyai porsi nilai yang cukup tinggi. Dalam sebuah layout aquascape, tanaman dapat mengubah segala sesuatunya.

(Dokumentasi Pribadi Bidin Dwi Natafraza)

(Dokumentasi Pribadi Bidin Dwi Natafraza)
Tanaman yang tidak sehat atau bermasalah bisa membuat elemen hardscape yang bagus menjadi seakan tidak berarti, karena mengakibatkan tampilan aquascape secara keseluruhan berkurang keindahannya. Begitupula sebaliknya, bila tanaman tumbuh dengan sehat, otomatis dapat mengubah pandangan orang terhadap sebuah hardscape yang sebenar- nya “biasa-biasa saja” menjadi tampak jadi lebih bernilai (umumnya banyak ditemukan pada layout-layout Iwagumi atau “Jurus 4 batu ADA”).
Dalam struktur habitat sebuah akuarium, tanaman merupakan kunci dari sirkulasi ekosistem di dalam aquarium tersebut. Sirkulasi yang dilakukan oleh tanaman mempunyai dampak positif baik bagi tanaman itu sendiri maupun untuk makhluk hidup lainnya, seperti ikan, udang dan bakteri. Diana Walstad dalam bukunya “Ecology of the Planted Aquarium” menuliskan beberapa manfaat atau kelebihan yang diberikan tanaman bagi ekosistem aquarium.
Kelebihan tersebut antara lain adalah :

(Dokumentasi Pribadi Wendy Kurniawan)
Baca Juga : Nutrisi (pupuk)
One Research – Karbondioksida adalah salah satu elemen utama yang dibutuhkan tanaman untuk fotosintesis. Perannya adalah sebagai media yang me-asimilasi-kan Energi (Cahaya) dan Nutrisi untuk diproses dalam Fotosintesis. Keberadaan Karbondioksida pada Aquarium/Aquascape sering sekali diabaikan, banyak di antara pelaku Aquascape lebih mementingkan tentang lampu dan nutrisi. Akibatnya, lebih dari 80% permasalahan yang timbul pada Aquarium/Aquascape adalah berhubungan dengan Karbondioksida (CO2).
Keberadaan Karbondioksida (CO2) dalam Aquascape dapat digantikan perannya oleh Karbonat (HCO3/2HCO3) (Madsen, Sand Jensen 1991; Photosyntetic carbon assimilation in aqutic macrophytes) dan zat cross-linked-protein/Amino yang sering disebut juga sebagai “Karbon Cair”. Namun tidak semua tanaman dalam Aquascape dapat menggunakan Karbonat sebagai pengganti CO2 dalam proses fotosintesis, bahkan ada beberapa jenis yang sensitif pada tingkat karbonat yang tinggi.
Begitupula dengan penggunaan Karbon Cair, zat ini mempunyai efek yang kurang baik pada beberapa tanaman dan dapat membunuh bakteri-bakteri berguna yang ada di aquarium. Namun efek baik penggunaan Karbon Cair dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dua kali lipat dibandingkan dengan Karbonat, dan dapat mengontrol Alga Aquarium.
Sebagai sumber Karbon dalam proses fotosintesis, tanaman lebih menyukai CO2 (gas terlarut) dibandingkan dengan karbonat, tingkat efektivitas nya adalah 10 : 1 (Wetzel, 1983, D.walstad 1997). Hal ini disebabkan oleh kerja ekstra dan energi lebih banyak yang dibutuhkan tanaman dalam memproses karbonat agar dapat digunakan dalam proses fotosintesis (Frost-Christensen-Sand Jensen, 1995; Aqua Botany 51).
Baca Juga : Nutrisi (Pupuk)
Baca Juga : Karbondioksida
One Research – Kita harus berterimakasih pada Thomas Alva Edison, karena dialah dunia menjadi terang seperti sekarang ini.
Ya! Cahaya adalah element terpenting dalam kehidupan, sama halnya dalam Aquascaping bagian ini adalah salah satu hal yang mendapatkan perhatian lebih dari para Aquarist, topik ini seakan mendominasi pembahasan di media atau forum Aquascape, dan semakin berkembangnya teknologi serta hasil penelitian penelitian terbaru, ikut andil dalam hal perubahan pencahayaan dalam Aquascape. Dan kini lampu sebagai sumber cahaya dalam Aquascape mengalami kemajuan.
Cahaya merupakan sumber energi bagi tanaman dan merupakan syarat utama untuk tanaman melakukan fotosintesis. Berbeda dengan Karbondioksida (CO2) dan Nutrisi yang dapat dihasilkan dari Aquarium (hasil respirasi dan penguraian), Cahaya adalah elemen yang didapat dari sumber diluar Aquarium. Cahaya yang masuk kedalam Aquarium berasimilasi dan berinteraksi dengan elemen lainnya dalam Aquarium sehingga membentuk suatu rantai sistem yang utuh. Beberapa keuntungan dari keberadaan cahaya pada ekosistem Aquarium adalah :
Baca Juga : Karbondioksida (CO2)
Jumlah cahaya yang masuk Aquarium akan mempengaruhi kelangsungan sistem kehidupan dalam Aquarium. Cahaya yang terlalu minim akan membuat tanaman gagal berfotosintesis, sehingga tanaman tidak dapat membuat makanannya. Begitupula dengan jumlah cahaya yang terlalu banyak tanpa diimbangi dengan Karbondioksida dan Nutrisi yang cukup, tanaman tidak akan sempurna melakukan fotosintetis.
Jumlah intensitas cahaya minimal yang dapat dipakai oleh untuk melakukan fotosintesis pada setiap tanaman berbeda-beda, tanaman seperti jenis Anubias, dan Cryptocoryne ada yang dapat hidup diangka 5-6 m¯² sec¯¹ (satuan cahaya PAR/Quantum meter). Beberapa pakar mempunyai pendapat yang berbeda pula. Namun angka rata-rata dimana semua tanaman aquatik dapat tumbuh dengan baik adalah 30 – 40 m¯² sec¯¹ (T.Barr 2011).
Aturan umum yang beredar bahkan masih sering saya dengar adalah watt per liter, dengan asumsi 0,25-0,5 watt adalah low light, 0,5 -1 watt medium, dan diatas 1 watt high light, ini mengacu besarnya watt lampu dibagi volume air
Contoh tank L 60 x T 35 x P 30 /1000 = 63 liter
Jika kita menggunakan lampu dengan 20 watt maka 20/63 = 0,31 watt/liter ini termasuk kategori Low Light.
Baca Juga : Kebutuhan Cahaya Untuk Aquascape
One Research – Fungsi Tanaman Aquatic dalam Aquascape adalah salah satu elemen yang penting, sehingga dalam kontes-kontes Aquascape berskala internasional penilaian yang berhubungan dengan tanaman mempunyai porsi tinggi. Dalam layout Aquascape, tanaman aquatic dapat mengubah segala sesuatunya. Tanaman yang tidak sehat atau bermasalah dapat membuat hardscape yang bagus menjadi tidak berarti, sehingga Aquascape secara keseluruhan berkurang keindahannya. Begitupula sebaliknya, tanaman aquatic yang tumbuh dengan sehat bisa merubah pandangan orang dari suatu hardscape yang “biasa” menjadi lebih bernilai (umumnya bisa ditemukan pada layout-layout iwagumi “jurus 4 batu ADA”).
Dalam struktur habitat aquarium, tanaman aquatic merupakan kunci dari sirkulasi ekosistem dalam aquarium. Sirkulasi yang dilakukan oleh tanaman aquatic mempunyai dampak positif baik untuk tanaman itu sendiri maupun untuk makhluk hidup lainnya, seperti ikan, udang, dan bakteri.
Diana Walstad dalam bukunya “Ecology of the Planted Aquarium” menuliskan beberapa keuntungan yang diberikan tanaman aquatic pada Ekosistem Aquraium.
Antara Lain adalah :
Baca juga : Kebutuhan Cahaya Untuk Aquascape
Tanaman Aquatic hidup dan tumbuh dengan cara membuat makanannya sendiri melalui proses yang dinamakan fotosintesis. Untuk melakukan proses fotosintesis tanaman membutuhkan Energi (Cahaya), Karbondioksida (CO2), Nutrisi (Pupuk), dan Air. Elemen-elemen tersebut diolah oleh tanaman aquatic yang kemudian menghasilkan Glukosa/Karbohidrat.
Glukosa, inilah yang menjadi sumber makanan utama tanaman aquatic untuk mengisi sel-sel nya dan tumbuh. Karena kesehatan dan pertumbuhan tanaman tergantung pada fotosintesis, maka elemen-elemen utama yang dibutuhkan untuk fotosintesis yaitu Cahaya, Karbondioksida dan Nutrisi.
Dikenal dalam ilmu Botani sebagai “Faktor Pembatas” atau “Faktor Pengontrol” pertumbuhan. Hal ini karena jika salah satu dari elemen tersebut dibatasi/kontrol, maka pertumbuhan tanaman akan terpengaruh.