
Menghubungkan dua hal yang berbeda konteksnya- ekosistem dan keindahan-, kehadiran aquascaping bukan hanya sebagai sebuah display struktur ekologis yang membaurkan batas-batas alam berupa air dan daratan, melainkan juga sebagai ruang berkomunitas yang memikat.
Keberadaan aquascaping layaknya simbol sebuah kota metropolitan yang Keberadaan aquascaping layaknya simbol sebuah kota metropolitan yang fungsional sekaligus penuh intrik. Banyak hobbyist menghabiskan waktunya mulai dari mereka yang hanya sekadar sebagai peminat dan penikmat keindahan aquascape yang merupakan sebuah representasi keindahan alam asli, hingga mereka yang mendalami seluk beluk struktur kehidupan di dalamnya. Tak heran jika banyak orang yang terpikat pada hobby yang satu ini. Seperti halnya alam itu sendiri, ‘sederhana’ dalam keberadaanya namun kompleks luar biasa. Namunbukankah alam itu sendiri merupakan sebuah keindahan yang tidak ada habisnya?
Berbicara tentang aquascaping, tidak lengkap rasanya jika mengesampingkan peranan “seni” yang mengalir dibelakangnya. Secara garis besar, aquascaping adalah tentang menghadirkan kembali atau membuat replika dari keindahan alamiah alam ke dalam sebuah kotak kaca.
Pertama-tama, alam itu sendiri telah memiliki keindahannya sendiri, bahkan tanpa campur tangan aktivitas kretif apa pun dari manusia. Dan untuk dapat menghadirkan kembali keindahan yang dimiliki oleh alam, sudah seharusnya kita mengetahui bahwa dalam tumbuh kembang ekosistem apa pun, di darat maupun di dalam air, ada beberapa “pemain penting” selain media air dan tanah itu sendiri. Dan kolaborasi setiap “pemain penting” tersebut haruslah seimbang untuk dapat menciptakan jenis keindahan yang sesuai dengan apa yang ada di alam aslinya.
Di bawah ini kami mencoba membuat panduan langkah langkah dan juga tips & trick, dalam setting-up aquascape. Hal-hal menarik yang akan diulik antara lain aquascape dari sudut pandang seni dan desain, pencahayaan, nutrisi dan elemen-elemen penting lain dalam membangun sebuah settingan aquascape. Mulai dari hal-hal yang bersifat teknis seperti pemberian tambahan suplemen CO2, liquid fertilizer, hingga sisi estetika dalam menggabungkan tanaman air, batuan dan kayu dalam settingan aquascape.
Panduan ini disusun sesederhana mungkin agar mudah dimengerti terutama bagi anda yang baru saja ingin memulai hobby aquascape ini, dan akan menuntun anda untuk merencanakan, mendesain, menanam, dan me-maintain aquascape yang cantik dan sehat. Let’s get started!
Panduan ini disusun sesederhana mungkin agar mudah dimengerti terutama bagi anda yang baru saja ingin memulai hobby aquascape ini, dan akan menuntun anda untuk merencanakan, mendesain, menanam, dan me-maintain aquascape yang cantik dan sehat. Let’s get started!
Langkah Pertama, Persiapan Media.
Siapkan aquarium dan bersihkan aquarium yang ingin kita gunakan untuk mempermudah proses pembuatan aquascape.
Siapkan juga perlengkapan (materi) dasar aquascape yang dibutuhkan.
Materi (perlengkapan) dasar aquascape yang esensial sebelum memulai setting aquascape.
-Bakteri starter (eco one)
– Rumah bakteri (base one)
– Pure laterite
– Pupuk dasar (natural one)
– Soil (evolution soil)
– Pupuk cair (ferti one macro, micro, ferti k)
– Pupuk tancap evo root
“When You Trully Love Mother Nature, You Will Find Beauty Even in Your Nano Tank”
-Fonda Aprianto-
Langkah Kedua
Taburkan bakteri starter (Eco One) dibagian dasar tank aquarium. Bakteri starter sangat esensial sebelum memulai settingan aquascape, karena ia berfungsi untuk mempercepat populasi bakteri nantinya yang berperan penting dalam proses penguraian amonia dan h2s yang bersifat racun bagi ekosistem air.
Langkah Ketiga
Setelah pemberian bakteri starter, langkah berikutnya adalah peletakan gravel (Base One) atau biasa disebut “rumah bakteri”, yang merupakan bahan substrate dasar yang dirancang untuk memberikan nutrisi ke akar tanaman. Bahannya yang berpori mempertahankan sirkulasi properwater dengan baik, yang membantu perolehan Oksigen (O2) untuk merangsang aktifitas bakteri dan pertumbuhan akar tanaman. Ketika me-layout aquascape, substrate merupakan materi yang berperan sebagai ground atau dasar dari keseluruhan aquascape di mana nutrisi berada dan yang memegang kuat akar tanaman.
Langkah Keempat
Pupuk dasar (Natural One) merupakan komponen yang penting dalam substrat, bersifat kaya nutrisi baik macro maupun micro yang sangat dibutuhkan tanaman air.
Langkah Kelima
Penempatan Soil (Evolution Soil ). Soil ini adalah bahan substrate yang diperuntukan untuk dasar aquascape anda. Dengan Evolution Soil anda dapat dengan mudah menciptakan kembali lingkungan alami di mana tanaman aquatic akan tumbuh dengan cepat dan ikan maupun intervebrata lainnya dapat hidup dengan sehat. Mengandung banyak Asam Organic; yaitu mineral penting yang mendorong pertumbuhan akar.
Taburkan soil dengan minimal tebal 3 cm agar pertumbuhan akar dapat berkembang maksimal. Bila anda ingin membuat kesan “lereng” atau berbukit di bagian belakang, sesuaikan dengan memberikan lebih ketebalannya. Ini akan membantu menciptakan kesan depth (kedalaman), dan memberikan ilusi seakan tank aquarium terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.
Langkah Keenam
Mulailah mengatur bahan (materi) hardscape yang anda inginkan (biasanya merupakan kombinasi antara batuan dan kayu) hingga penempatannya sudah terlihat seperti yang anda harapkan.
Tips : Pastikan anda sudah mencuci terlebih dahulu materi-materi tersebut. Pertimbangkan juga area yang diperlukan untuk penanaman dan space bagi ikan untuk bergerak berenang, ketika menyusun hardscape.
Hardscape ini merupakan salah satu elemen penentu keindahan tank aquarium anda.
Langkah Kedelapan
Tambahkan air secukupnya untuk membasahi media substrat yang telah disusun untuk mempermudah pada saat proses penanaman tanaman air.
Langkah Kesembilan
Mulailah menanam. Atur tata letak tanaman sesuai dengan yang anda inginkan. Pastikan tanaman tertanam sempurna.
Tips : Anda bisa memulai dari belakang (background) bergerak ke area depan. Area depan harus memiliki tanaman yang lebih pendek dibanding yang di bagian belakang
Coba untuk memakai lebih dari satu jenis tanaman.Tanaman yang berukuran besar akan membuat tank terlihat kecil dan penuh, tanaman yang pendek seperti rumput menyisakan banyak ruang terbuka sehingga menciptakan kesan lapang.
Langkah Kesepuluh
Isi tank aquarium dengan air secara perlahan.
Tips : Peletakan plastik untuk memastikan tidak ada tanaman dan soil yang berpindah tempat. Ini juga akan meminimalkan efek keruh dalam proses pengisian air.
Langkah Kesebelas
Setelah air terisi penuh, mari mulai memasang sistem pencahayaan (lighting), co2, dan filter. Berikut ini akan coba saya jabarkan satu per satu.
1. Lighting (pencahayaan)
Pencahayaan adalah elemen terpenting dalam aquascape, berfungsi sebagai sumber energi bagi pertumbuhan tanaman. Dalam settingan yang anda akan ciptakan,
instalasi pencahayaan yang anda pasang nantinya akan memberikan dampak yang sangat besar pada kesehatan tanaman dan makhluk hidup lain dalam tank. Semakin
dalam sebuah tank, kebutuhan lightingnya akan semakin tinggi karena penetrasi cahaya perlu untuk mencapai bagian paling dasar dalam tank aquarium.
Pastikan pula pencahayaan yang digunakan juga nyaman di mata sebagai sumber penerangan, agar kita dapat melihat isi dari aquascape itu sendiri. Nyalakan lampu
selama 8 jam sehari. Kita bisa menggunakan timer untuk membantu mengatur waktu pencahayaan.
2. Perlengkapan CO2 (Carbon Dioksida)
Fotosintesis! Inilah alasan terbesar yang merupakan penjelasan mengapa supply (ketersediaan) CO2 dalam tank sangatlah vital. CO2 larut di dalam medium air, seperti halnya cahaya (lighting), ia sangatlah esensial bagi pertumbuhan tanaman. Gunakan sistem CO2 yang baik, dan pastikan CO2 terdistribusi dengan baik. Pelajari lebih dalam tentang CO2 ini sebisa anda. Pemberian tambahan CO2 dianggap penting, namun anda perlu melakukan monitoring dengan baik. Mengapa? Level CO2 yang rendah dapat memicu perkembangan algae, sementara level CO2 yang terlalu tinggi akan mempengaruhi level PH air yang dapat mengubah air menjadi acidic (bersifat asam).
3. Sistem filtrasi air (filter)
Filter adalah jantung dari aquascape, pastikan filter yang dirancang sesuai dengan volume aquarium. Selain memastikan aliran air yang baik untuk memastikan CO2 dan nutrisi terdistribusi dengan baik, tugas utama sistem filtrasi adalah untuk menjaga air dalam tank tetap jernih dan baik untuk pertumbuhan tanaman dan hewan air dengan membuang sampah organik dan materi-materi yang mengalami pembusukan dalam tank akuarium.
Tips : Tunggu sampai tanaman mulai bertumbuh sebelum anda memasukkan ikan ke dalam tank aquarium anda. Settingan aquascape yang baru jadi mungkin saja masih terdapat substansi yang berbahaya dan perlu difiltrasi terlebih dahulu. Sekitar setelah 3 hari biasanya anda sudah dapat memasukan ikan dan fauna lainnya.
Bagi sebagian orang, sebelum berkreasi membuat setting aquascape mereka membuat sketsa untuk merencanakan layout aquascape mereka. Namun ada juga yang lebih nyaman untuk melakukannya secara spontanitas. Well, itu semua sah saja karena tidak ada metode yang salah ataupun benar dalam membuat desain layout. Namun bagi pemula, biasanya perencanaan akan membantu mereka belajar dan menghindari kesalahan.