Penulis: One

Nutrisi

Nutrisi

Tidak seperti umumnya tanaman darat, tanaman yang hidup dalam air tidak hanya tergantung pada penyerapan akar dalam menyerap nutrisi, tanaman aquatic dapat menyerap nutrisi dari seluruh bagian perukaan tubuhnya, terutama pada bagian epidermis daun.

(Dr Karel, Rataj, Thomas J Horeman 1077)

Nutrisi Macro Berikutnya

  • Nitrogen (N) (Amonia ( NH₃)), (Amonium (NH₄⁺)), ( Nitrit (NO2–)), (Nitrat (NO₃⁻))
  • Potassium / kalium(K)
  • Phosphorus / Phusphate (P)

Ketiga unsur tersebut biasa juga disebut sebagai nutrisi macro premier atau macro utama.

Nutrisi Macro Berikutnya

  1. Sulfur (S)
  2. Calsium (Ca)
  3. Magnesium (Mg)

Ketiga unsur tersebut biasa juga sebagai nutrisi macro sekunder.

Makro Nutrisi

Makronutrisi adalah unsur yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh tanaman:

    • Nitrogen (N) – Berperan dalam pertumbuhan daun dan batang.
    • Fosfor (P) – Membantu dalam perkembangan akar dan bunga.
    • Kalium (K) – Mengatur keseimbangan air dalam sel tanaman.
    • Kalsium (Ca) – Mendukung pertumbuhan sel dan memperkuat struktur tanaman.
    • Magnesium (Mg) – Komponen utama dalam klorofil untuk fotosintesis.
    • Sulfur (S) – Berperan dalam pembentukan protein dan enzim.

Mikro Nutrisi

Mikronutrisi dibutuhkan dalam jumlah kecil tetapi tetap penting:

  • Besi (Fe) – Penting untuk produksi klorofil dan menghindari klorosis.
  • Mangan (Mn) – Membantu dalam pembentukan enzim.
  • Zinc (Zn) – Berperan dalam pertumbuhan tanaman.
  • Boron (B) – Mendukung perkembangan jaringan tanaman.
  • Tembaga (Cu) – Dibutuhkan dalam metabolisme enzim.
  • Molibdenum (Mo) – Penting dalam fiksasi nitrogen.
  • Nickle/nikel (Ni)
  • Cobalt (C)

Konsentrat Kritikal dan Keterseimbangan Nutrisi

Konsentrasi kritikal adalah jumlah minimum konsentrasi element yang bernutrisi dalam jaringan tanaman yang digunakan untuk pertumbuhan.

Tingkat Satuan Menghitung Nutrisi

Tingkat level atau satuan yang biasa digunakan untuk menghitung  nutrisi adalah

ppm (part per milions) (1/1.000.000)

1 ppm   =1mg/satu miligram per liter

1m liter =1kg ( hasil pembulatan)

1kg    =1000gr dan 1kg = 1000mg, maka 1kg=1.000.000 mg

Sehingga 1 ppm=1mg/ 1.000.000=1mg/1kg=1mg/liter

Mengapa cahaya menjadi kunci pemupukan?

  1. Semakin tinggi intensitas yang didapat tanaman (fotosintesis) dan untuk fotosintesis tanaman membutuhkan co2.
  2. Semakin tinggi aktifitas fotosintesis, semakin banyak nutrisi yang diambil dari air
  3. Semakin tinggi nutrisi yang diambil dari lingkungan, nutrisi semakin cepat habis
  4. Karenananya ketersediaan nutrisi bagi tanaman menjadi semakin terbatas, namun demikian kesempatan alga untuk hidup juga menjadi berkurang

Kekurangan / Kelebihan Nutrisi?

Ada beberapa mitos beredar bahwa timbulnya alga disebabkan kelebihan nutrisi, sebenarnya yang terjadi adalah ketidakseimbangan aquascape yang membuat nutrisi tidak terserap, justru beberapa alga timbul karna kekurangan nutrisi sebagai berikut:

  1. GSA green spot alga (alga bintik hijau kekurangan fosfat (PO4)
  2. GDA kekurangan PO4
  3. BGA blue green alga kekurangan no3 (nitrat)

Substrat sebagai Penyedia Nutrisi

Substrat sebagai Penyedia Nutrisi = Fondasi Kehidupan Tanaman Akuatik

Dalam dunia aquascape, substrat bukan sekadar elemen estetika, tetapi juga fondasi kehidupan bagi tanaman air. 

Substrat berperan sebagai penyedia nutrisi jangka panjang yang mendukung pertumbuhan tanaman dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Tanah memiliki sifat buffer yang membantu menjaga kestabilan pH dan menetralkan bahan kimia yang berbahaya. Misalnya, tanah dapat menyerap amonium dan logam berat, menjadikannya lebih aman bagi ikan dan tanaman.

dengan menjaga kestabilan ikan maka penggunaan soil lebih efisien dibanding tampa menggunakan.

Pertukaran Ion

Partikel soil memiliki kapasitas untuk menyimpan dan melepaskan ion nutrien sesuai kebutuhan tanaman atau dikenal dengan CEC, menciptakan suplai yang stabil dan berkelanjutan, Pembahasan ini nanti kita bahas lebih mendalam.

Unsur Karbon Dalam Aquascape

Unsur Karbon Dalam Aquascape

Karbon

  • Karbon merupakan unsur utama dalam kehidupan tanaman air.
  • Dibutuhkan dalam jumlah besar untuk proses fotosintesis.
  • Sumber karbon dapat berasal dari berbagai bentuk dalam akuarium

Peran Karbon dalam Fotosintesis

  • Tanaman menyerap karbon dalam bentuk CO2 untuk menghasilkan energi.
  • Proses fotosintesis menghasilkan oksigen yang penting bagi ikan dan mikroorganisme.
  • Defisiensi karbon dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Sumber Karbon dalam Aquarium

  • CO2 Terlarut: Dihasilkan secara alami oleh respirasi ikan dan dekomposisi organik.
  • Injeksi CO2: Sistem tambahan untuk meningkatkan kadar CO2 di air.
  • Karbon Organik (DOC – Dissolved Organic Carbon): Berasal dari sisa makanan, daun membusuk, dan ekskresi organisme.

Sumber Karbon dalam Aquarium

Cara efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman yaitu menggunakan: 

  • Tabung CO2
  • Regulator
  • Diffuser

Harus dikontrol untuk menghindari penurunan pH yang berlebihan.

Alternatif Karbon tanpa Injeksi CO2

  1. Metode Walstad menggunakan substrat tanah untuk pelepasan karbon organik.
  2. Penggunaan liquid carbon (glutaraldehyde-based) sebagai sumber karbon cair.
  3. Peningkatan aerasi dan sirkulasi untuk meningkatkan pertukaran CO2.

Dampak Kekurangan dan Kelebihan Karbon

  • Kekurangan Karbon menyebabkan pertumbuhan tanaman lambat dan daun transparan.
  • Kelebihan Karbon dapat menurunkan pH dan membahayakan ikan. 

Keseimbangan antara karbon dan nutrisi lain penting untuk kestabilan ekosistem.

Hubungan Karbon dengan Parameter Air

  • pH : CO2 terlarut dapat menurunkan pH air.
  • KH (Kekerasan Karbonat) : Berpengaruh pada stabilitas pH saat CO2 ditambahkan.
  • Oksigen Terlarut : Fotosintesis tanaman meningkat dengan CO2 yang cukup, meningkatkan kadar oksigen.
  • Alga : Ketidakseimbangan karbon dapat memicu pertumbuhan alga yang berlebihan
Cahaya

Cahaya

Pencahayaan dalam Aquascape

Memahami Kebutuhan Cahaya untuk Tanaman Akuarium.

Pencahayaan adalah faktor utama dalam keberhasilan aquascape yang sehat dan subur. Cahaya berperan dalam proses fotosintesis, yang memungkinkan tanaman akuarium untuk tumbuh dengan optimal

Fotosintesis

Fotosintesis adalah proses pembentukan makanan oleh tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan bantuan cahaya/ sinar. Fotosintesis merupakan proses biokimia yang mengubah karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat. 

Elemen Fotosintesis: 

  1. Cahaya
  2. Karcondioksida
  3. Nutrisi
  4. Air 50

Cahaya adalah elemen yang harus dikelola dengan hati-hati dalam akuarium tanaman. 

Dengan mencocokkan intensitas, spektrum, dan durasi cahaya dengan kebutuhan spesifik tanaman, serta mempertimbangkan keseimbangan dengan faktor lingkungan lainnya, pengelola akuarium dapat menciptakan ekosistem yang stabil dan mendukung kesehatan tanaman.

Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pencahayaan

1. Intensitas Cahaya

Tanaman memerlukan tingkat intensitas cahaya yang berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Tanaman berdaun halus dan cepat tumbuh biasanya membutuhkan cahaya yang lebih terang dibandingkan tanaman berdaun lebar atau lambat tumbuh. Walstad menekankan bahwa intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan alga, sementara cahaya yang terlalu rendah akan menghambat fotosintesis dan menyebabkan tanaman merana.

2. Kualitas Cahaya (Spektrum)

Spektrum cahaya yang diserap tanaman terutama berada pada rentang merah dan biru. Lampu akuarium harus dirancang untuk menghasilkan spektrum yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Diana menyarankan penggunaan lampu fluoresen, LED, atau jenis pencahayaan lain yang dapat mendukung fotosintesis secara optimal.

3. Durasi Cahaya

Durasi pencahayaan juga sangat penting. Umumnya, tanaman membutuhkan sekitar 10-12 jam pencahayaan per hari. Durasi yang lebih panjang dari itu tidak selalu memberikan manfaat tambahan, melainkan justru dapat meningkatkan risiko pertumbuhan alga. Direkomendasikan penggunaan timer untuk menjaga konsistensi durasi pencahayaan.

Fotoperiode

Fotoperiode atau lama pencahayaan juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman dan keseimbangan ekosistem aquascape. Rekomendasi umum untuk fotoperiode adalah:

  • 6-8 jam per hari untuk akuarium dengan pencahayaan tinggi dan tambahan CO2.
  • 8-10 jam per hari untuk akuarium dengan pencahayaan sedang hingga rendah.
  • Maximal 12 jam
  • Pemakaian timer otomatis sangat disarankan untuk menjaga konsistensi pencahayaan dan menghindari pertumbuhan alga yang berlebihan
4. Distribusi Cahaya dalam Akuarium
 
Distribusi cahaya yang merata sangat penting agar semua tanaman mendapatkan cahaya yang cukup. 
Faktor yang harus diperhatikan:
  • Posisi lampu: Posisikan lampu di tengah untuk penyebaran yang optimal.
  • Reflektor dan lensa: Menggunakan reflektor atau lensa dapat membantu mengarahkan cahaya ke area tanaman secara efisien.
  • Jenis lampu: LED adalah pilihan terbaik karena hemat energi dan dapat diatur spektrumnya.
 
5. Hubungan dengan Faktor Lain
 
Kebutuhan cahaya harus disesuaikan dengan faktor lain, seperti ketersediaan karbon dioksida (CO₂) dan nutrisi. Jika cahaya terlalu kuat tetapi CO₂ atau nutrisi terbatas, tanaman tidak akan tumbuh dengan optimal, dan alga kemungkinan besar akan berkembang.

Istilah – Istilah Dalam Cahaya

Color Temperatur (Kelvin): Color temperature atau suhu warna adalah pengukuran seberapa hangat atau dingin cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber. Suhu warna diukur dalam derajat Kelvin (K). 

Spektrum Cahaya: Spektrum cahaya adalah rentang panjang gelombang radiasi elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia. Spektrum cahaya juga dikenal sebagai spektrum elektromagnetik.

CRI: CRI (Color Rendering Index) adalah sebuah satuan cahaya yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan sebuah sumber cahaya buatan untuk menampilkan warna objek / benda sesuai dengan warna benda tersebut di bawah cahaya

PAR: PAR adalah singkatan dari Photosynthetic Available Radiation

PUR: PUR adalah perhitungan berdasarkan kebutuhan fotosintesis organisme tertentu. 

LUMEN: adalah satuan turunan SI untuk fluks cahaya, mengukur jumlah total cahaya terlihat yang dipancarkan sebuah sumber.

LUX: adalah satuan turunan SI dari pencahayaan dan daya pancar cahaya, mengukur fluks cahaya per satuan luas, Ini sama dengan satu lumen per meter persegi.

1. Temperatur Warna

Color temperatur (kelvin): Color temperature atau suhu warna adalah pengukuran seberapa hangat atau dingin cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber. Suhu warna diukur dalam derajat Kelvin (K).

2. Spektrum Cahaya

Tidak semua cahaya bermanfaat bagi tanaman. Tanaman menyerap spektrum cahaya tertentu, terutama cahaya merah (600-700 nm) dan biru (400-500 nm), karena dua panjang gelombang ini paling efektif dalam mendukung fotosintesis.

Sejauh ini kita telah membahas spektrum cahaya tampak. Seperti yang telah disebutkan di awal, ini adalah cahaya yang dapat kita lihat. Kita juga telah membahas tentang bagaimana cahaya bergerak dalam gelombang elektromagnetik. Kita hanya dapat melihat cahaya dengan rentang panjang gelombang tertentu. Apa artinya ini?

Ukuran gelombang diukur dalam panjang gelombang. Panjang gelombang adalah jarak antara dua titik yang bersesuaian pada dua gelombang yang berurutan. Biasanya ini dilakukan dengan mengukur dari puncak ke puncak atau dari palung ke palung. Lihatlah diagram berikut yang menggambarkan panjang gelombang.

Panjang gelombang dari berbagai warna cahaya tampak memiliki panjang yang berbeda, seperti yang ditunjukkan pada diagram berikut.

Kita juga dapat berbicara tentang frekuensi gelombang. Jika gelombang memiliki panjang gelombang yang panjang, maka ia memiliki frekuensi rendah; jika memiliki panjang gelombang pendek, maka ia memiliki frekuensi tinggi

Spektrum yang seimbang membantu tanaman tumbuh dengan warna yang lebih baik dan mengurangi pertumbuhan alga.

Berikut adalah spektrum yang direkomendasikan:

  1. Cahaya Biru (400-500 nm): Mendorong pertumbuhan daun dan batang yang kompak.
  2. Cahaya Merah (600-700 nm): Meningkatkan fotosintesis dan membantu pertumbuhan tanaman yang lebih sehat. diperlukan untuk mendukung produksi energi dan perkembangan bunga atau struktur reproduksi tanaman.
  3. Cahaya Hijau (500-600 nm): Kurang diserap oleh tanaman tetapi membantu memberikan efek visual yang lebih baik di akuarium. sebagian besar dipantulkan oleh tanaman, sehingga memberikan kontribusi yang lebih kecil untuk fotosintesis. Oleh karena itu, lampu akuarium harus dirancang untuk memaksimalkan pancaran cahaya merah dan biru agar mendukung kebutuhan biologis

Kekuatan Menembus Air

Tingkat penetrasi cahaya dalam air sangat dipengaruhi oleh panjang gelombang warna tersebut.

  1. Cahaya biru dapat menembus hingga dasar akuarium, menjadikannya penting dalam akuarium dalam.
  2. Cahaya hijau berada di tengah-tengah dalam hal penetrasi.
  3. Cahaya merah paling cepat diserap oleh air, sehingga sulit mencapai tanaman dasar di akuarium yang dalam.

1. Spektral Distribution Tanaman

Kebutuhan cahaya pada tanaman dan mata berbeda Video

2. CRI (Color Rendering Index)

CRI (Color Rendering Index)  sebagai Holy Grail dalam Pencahayaan Akuarium. Efek psikofisik suatu sumber cahaya atau lampu terhadap warna objek-objek yang diterangi, dinyatakan dalam suatu angka indeks yang diperoleh berdasarkan perbandingan dengan evek warna sumber cahaya referensi pada kondisi yang sama.

Color Rendering Index (CRI) adalah faktor penting dalam pencahayaan akuarium yang sering diabaikan. CRI mengukur seberapa akurat suatu sumber cahaya menampilkan warna dibandingkan dengan cahaya alami (matahari). Nilai CRI berkisar dari 0 hingga 100, di mana semakin tinggi angkanya, semakin akurat warna yang ditampilkan.

Mengapa CRI Penting dalam Aquascape?

  • Menampilkan Warna Tanaman dengan Lebih Akurat: Lampu dengan CRI tinggi (90 ke atas) membantu memperlihatkan warna tanaman yang sebenarnya, terutama merah dan hijau.
  • Meningkatkan Estetika Akuarium: Warna ikan dan tanaman tampak lebih hidup, menciptakan tampilan yang lebih alami.
  • Mengurangi Distorsi Warna: Lampu dengan CRI rendah dapat membuat tanaman tampak kusam atau memiliki warna yang tidak alami.
Memilih Lampu dengan CRI yang Tepat
 
Saat memilih lampu untuk aquascape, perhatikan spesifikasi CRI pada produk tersebut. Beberapa rekomendasi umum:
  • CRI 70-80: Cukup untuk pencahayaan umum, tetapi warna mungkin kurang akurat.
  • CRI 80-90: Baik untuk menampilkan warna tanaman dan ikan dengan cukup realistis.
  • CRI 90-100: Pilihan terbaik untuk aquascape, memberikan tampilan alami dan maksimal

Jadi biasanya yangdi beri referensi warna itu cahaya matahari, misalnya kita bandingkan sebuah benda, kalo diterangi dengan cahaya matahari itu evek warnanya seperti apa, lalu kalo kita bandingkan dengan lampu atau artifisial light atau cahaya buatan, apakahakan membuat warna yang dihasilkan lampu itu sama

CRI LOW

CRI HIGH

3. PAR (Photosynthetically Active Radiation)

PAR (Photosynthetically Active Radiation) dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang menentukan seberapa banyak cahaya yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman untuk fotosintesis.

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi PAR dalam aquascape:

1. Jenis dan Kualitas Sumber Cahaya

  • Spektrum Lampu: Lampu dengan spektrum yang kaya dalam rentang 400-700 nm (terutama merah dan biru) akan memberikan PAR yang lebih optimal untuk tanaman.
  • CRI (Color Rendering Index): Lampu dengan CRI tinggi membantu menampilkan warna tanaman dengan lebih baik tanpa mengurangi efektivitas PAR.
  • Daya (Wattage) Lampu: Watt bukan satu-satunya indikator, tetapi lampu dengan daya lebih tinggi biasanya menghasilkan lebih banyak PAR. (tergantung jenis lampu)

2. Jarak Lampu dari Permukaan Air

  • Semakin jauh lampu dari air, semakin banyak intensitas PAR yang berkurang akibat penyebaran cahaya.
  • Idealnya, lampu diletakkan sekitar 20-40 cm di atas permukaan air untuk pencahayaan merata.
3. Penetrasi Cahaya dalam Air

  • Kedalaman Akuarium: Air menyerap cahaya, terutama spektrum merah, sehingga semakin dalam akuarium, semakin rendah PAR di dasar.
  • Kejernihan Air: Air yang keruh menghambat penetrasi cahaya, mengurangi PAR yang sampai ke tanaman di bagian bawah.

4. Refleksi dan Penyebaran Cahaya

  • Lensa dan Reflektor: Lampu dengan reflektor atau lensa yang baik dapat mengarahkan cahaya lebih fokus ke area tanaman.
  • Posisi Lampu: Posisikan lampu agar penyebaran PAR merata di seluruh akuarium tanpa ada area yang terlalu gelap. 5 

5. Durasi dan Konsistensi Cahaya

  • Fotoperiode: Jumlah jam penyinaran dalam sehari mempengaruhi total cahaya yang diterima tanaman. Rata-rata 6-10 jam per hari disarankan
  • Stabilitas Cahaya: Fluktuasi pencahayaan akibat lampu yang tidak stabil bisa mengganggu pertumbuhan tanaman dan memicu alga.

Jumlah cahaya yang dapat digunakan tanaman untuk fotosintesis. Beberapa poin penting terkait intensitas cahaya dalam aquascape:

  • Low light (<50 µmol/m²/s): Cocok untuk tanaman rendah cahaya seperti Anubias dan Java Fern.
  • Medium light (50-100 µmol/m²/s): Cocok untuk sebagian besar tanaman stem dan carpeting plants dengan pertumbuhan sedang.
  • High light (>100 µmol/m²/s): Dibutuhkan oleh tanaman yang lebih sulit, seperti beberapa jenis carpeting plants (Monte Carlo, HC Cuba), tetapi memerlukan keseimbangan CO2 dan nutrisi.

4. Lumen dan Lux : Memahami Kecerahan Cahaya dalam Aquascape

Dalam dunia pencahayaan, dua istilah yang sering muncul adalah lux dan lumen. Keduanya berhubungan dengan tingkat kecerahan cahaya, tetapi memiliki perbedaan mendasar.

Lumen 

Lumen (Lm) adalah ukuran total jumlah cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya ke segala arah. Lumen tidak mempertimbangkan seberapa banyak cahaya yang mencapai tanaman, tetapi hanya mengukur keluaran cahaya dari lampu itu sendiri.

Contoh:

  • Lampu LED 10W bisa memiliki sekitar 1000 lumen.
  • Lampu LED 20W bisa menghasilkan sekitar 2000 lumen.

Lux (lx) adalah ukuran intensitas cahaya yang jatuh pada suatu permukaan. 

1 lux sama dengan 1 lumen per meter persegi. Lux lebih relevan dalam aquascape karena memperhitungkan seberapa banyak cahaya yang benar-benar sampai ke tanaman.

Perbedaan Lumen dan Lux dalam Aquascape

Faktor Lumen Lux

  • Mengukur Total cahaya yang dipancarkan Intensitas cahaya yang diterima
  • Relevansi untuk tanaman Kurang relevan Sangat relevan
  • Dipengaruhi oleh Kualitas lampu Jarak lampu, refleksi, penyebaran

Mengoptimalkan Lux dalam Aquascape

  • Gunakan reflektor atau lensa untuk mengarahkan cahaya ke tanaman.
  • Sesuaikan ketinggian lampu agar penyebaran cahaya merata.
  • Pilih lampu dengan distribusi cahaya yang baik untuk menghindari area yang terlalu terang atau gelap.
Bagaimana Tanaman Akuatik Memurnikan Air?

Bagaimana Tanaman Akuatik Memurnikan Air?

Pembahasan

1. Ekologi, Aquatic Plant, Keseimbangan. Lie Big Law
2. Cahaya 
3. Nutrisi, Substrat 
4. Carbon, Parameter Air dan Suhu

Hubungan Simbiotik

Tanaman air tidak hanya mempercantik akuarium tetapi juga memainkan peran penting dalam menyerap limbah ikan, seperti amonia dan nitrat. Dalam proses ini, mereka membersihkan air dan menyediakan oksigen bagi penghuni akuarium lainnya.

Tanaman Akuatik : Pemurni Air Alami dalam Aquascape

Dalam dunia aquascape, tanaman akuatik bukan hanya sekadar penghias yang mempercantik tampilan akuarium. Mereka adalah pemurni air alami, bekerja tanpa henti untuk menjaga kejernihan dan kestabilan ekosistem. Tanpa peran mereka, air dalam akuarium bisa dengan cepat menjadi tempat berkembangnya racun dan gangguan ekosistem, seperti lonjakan amonia dan pertumbuhan alga yang tak terkendali.

Bagaimana Tanaman Akuatik Memurnikan Air?

1. Menyerap Zat Beracun

Sisa makanan, kotoran ikan, dan materi organik yang membusuk akan menghasilkan amonia (NH3), nitrit (NO2-), dan nitrat (NO3-)—senyawa beracun yang dapat membahayakan ikan. Tanaman akuatik menyerap zat-zat ini sebagai nutrisi, membantu menjaga kadar racun tetap rendah dan membuat air lebih aman bagi penghuni akuarium.

2. Menghasilkan Oksigen & Menstabilkan CO2

Melalui proses fotosintesis, tanaman akuatik menghasilkan oksigen yang larut dalam air, menciptakan kondisi yang lebih sehat bagi ikan dan mikroorganisme baik. Mereka juga menyerap karbon dioksida (CO2) yang berlebih, membantu mencegah ketidakseimbangan pH yang dapat mengganggu kehidupan di dalam akuarium.

3. Mencegah Ledakan Alga

Alga adalah musuh utama bagi banyak aquascaper. Tanaman akuatik membantu mengendalikannya dengan menyerap nutrisi berlebih dalam air, sehingga alga tidak memiliki cukup sumber makanan untuk berkembang biak secara liar. Selain itu, tanaman juga dapat menghalangi sinar matahari langsung ke dasar akuarium, mengurangi kesempatan alga untuk tumbuh.

4. Menyediakan Habitat bagi Mikroorganisme

Akar tanaman yang tertanam dalam substrat menjadi tempat tinggal bagi bakteri baik yang membantu memecah limbah organik menjadi bentuk yang lebih aman bagi ekosistem akuarium. Proses ini dikenal sebagai filtrasi biologis, yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan air secara alami.

 

Tanaman Sehat, Alga Menyerah : Tanaman dan Alga Berkompetisi Dalam Tumbuh Kembangnya

Rahasia Aquascape Bebas Alga

Bagi seorang aquascaper, kehadiran alga sering kali menjadi mimpi buruk. Air yang semula jernih berubah keruh, permukaan kaca ditutupi lapisan hijau, dan tanaman terlihat kusam tertutup ganggang. 

Namun, tahukah kamu bahwa tanaman sehat adalah senjata alami terbaik untuk melawan alga?

Di dalam aquascape, tanaman dan alga sebenarnya bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang sama, seperti cahaya, karbon dioksida (CO2), serta nutrisi dalam air. Jika tanaman tumbuh dengan baik dan optimal, mereka akan memonopoli nutrisi, menyerap kelebihan zat seperti nitrat dan fosfat yang biasanya menjadi bahan bakar utama pertumbuhan alga.

 

Mengapa Tanaman Sehat Bisa Menghambat Alga?

1. Menyerap Nutrisi Lebih Cepat

Tanaman yang sehat memiliki sistem akar dan daun yang kuat, mampu menyerap nitrat, fosfat, dan amonia lebih cepat daripada alga. Dengan begitu, alga kehilangan sumber makanannya dan pertumbuhannya menjadi terbatas.

2. Menghasilkan Senyawa Alelopati

Beberapa tanaman akuatik seperti Hornwort (Ceratophyllum demersum) dan Vallisneria diketahui melepaskan senyawa kimia tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan alga. Mekanisme ini dikenal sebagai allelopathy, di mana tanaman secara alami melindungi wilayahnya dari gangguan pesaing.

3. Membatasi Cahaya untuk Alga

Tanaman yang rimbun dan sehat bisa menghalangi cahaya mencapai dasar akuarium, mengurangi intensitas cahaya yang dibutuhkan alga untuk berkembang. Ini sangat efektif dalam menghambat alga yang tumbuh di substrat atau permukaan kaca akuarium.

4. Menstabilkan Ekosistem Akuarium
Dengan tanaman yang tumbuh optimal, keseimbangan biologi dalam akuarium akan lebih stabil. Tanaman akan membantu menjaga kadar CO2 dan oksigen tetap seimbang, serta menciptakan habitat bagi mikroorganisme baik yang mendukung ekosistem akuarium secara keseluruhan.
 
 
5. Siklus CO2 dan Oksigen Tanaman aquatik yang tumbuh dengan baik

Akan menghasilkan oksigen yang lebih tinggi selama proses fotosintesis. Tingginya kadar oksigen dan rendahnya karbon dioksida dalam air dapat menciptakan kondisi yang kurang ideal bagi pertumbuhan alga.
 
6. Ikan: Pemangku Peran Ganda dalam Dinamika Ekosistem
 
Ikan dalam akuarium tanaman memainkan peran ganda yang vital. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai penghuni yang memberi warna dan kehidupan, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem. Ikan melepaskan amonia melalui respirasi dan pembuangan limbah, yang menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Namun, amonia yang berlebihan dapat berbahaya jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kehadiran tanaman sangat penting untuk menyaring kelebihan amonia ini.

Selain itu, ikan juga terlibat dalam proses pergeseran substrat dan distribusi bahan organik di dasar akuarium, yang membantu menciptakan kondisi yang lebih subur untuk pertumbuhan tanaman. Dalam beberapa kasus, ikan bahkan dapat membantu dalam penyebaran biji atau spora tanaman air, berperan sebagai agen penyebar alami dalam ekosistem yang lebih luas.

Cara Mencapai Keseimbangan dalam Aquascape

1. Pencahayaan yang Tepat Cahaya yang terlalu kuat dapat memicu alga, sedangkan cahaya yang terlalu lemah dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Gunakan pencahayaan yang sesuai dengan jenis tanaman aquatik yang digunakan.Cahaya: Pedang Bermata Dua Cahaya adalah faktor utama dalam pertumbuhan tanaman dan alga. Tanaman aquatik membutuhkan intensitas cahaya yang cukup untuk fotosintesis, tetapi jika terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman, alga dapat lebih dulu mengambil keuntungan dan berkembang biak dengan cepat

2. Manajemen Nutrisi yang Baik Pupuk cair dan substrat harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman agar pertumbuhannya optimal, tetapi tidak menyebabkan nutrisi berlebih yang bisa memicu alNutrisi: Sumber Kehidupan yang Diperebutkan Nitrat, fosfat, dan zat hara mikro adalah nutrisi penting bagi tanaman aquatik, tetapi jika tanaman tidak mampu menyerapnya dengan cepat, alga akan memanfaatkannya dan berkembang biak tanpa kendali. Oleh karena itu, penanaman dalam jumlah banyak sejak awal membantu mengontrol keberlimpahan nutrisi dan menghambat pertumbuhan alga.

3. Dosis CO2 yang Stabil Tanaman memerlukan CO2 untuk fotosintesis, namun kadar CO2 yang berlebihan dapat berbahaya bagi ikan. Gunakan sistem injeksi CO2 yang terkontrol untuk menjaga keseimbangan ini.

4. Filtrasi dan Sirkulasi Air yang Efektif Sistem filtrasi yang baik akan membantu menjaga kejernihan air dan mendistribusikan nutrisi secara merata ke seluruh akuarium.

5. Pemangkasan dan Perawatan Rutin Tanaman yang terlalu lebat dapat menghambat aliran air dan menutupi cahaya bagi tanaman lain. Pemangkasan rutin membantu menjaga bentuk aquascape tetap rapi dan sehat.

6. Menjaga Populasi Ikan dan Invertebrata Jangan memasukkan terlalu banyak ikan dalam akuarium, karena limbah yang dihasilkan bisa meningkatkan kadar amonia dan nitrat. Pilih fauna yang dapat membantu keseimbangan, seperti udang pemakan alga dan ikan kecil yang tidak terlalu banyak menghasilkan limbah.

 

ILUSTRASI KESEIMBANGAN FOTOSINTESIS

Berikut beberapa alasan utama mengapa langkah ini sangat penting:
Mengapa Di Awal Setup Aquascape Harus Menanam Tanaman Aquatik dalam Jumlah Banyak?

Saat memulai sebuah aquascape, disarankan untuk menanam tanaman air dalam jumlah banyak sejak awal.

1. Mempercepat Siklus Nitrogen.

Tanaman dalam jumlah banyak membantu menyerap amonia dan nitrit dengan lebih cepat, mempercepat stabilisasi akuarium, serta mengurangi risiko lonjakan zat beracun yang dapat membahayakan ikan dan invertebrata.

2. Mencegah Pertumbuhan Alga Berlebih. 

Pada tahap awal setup, akuarium biasanya memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dari substrat baru dan pupuk. Jika tidak segera dimanfaatkan oleh tanaman, nutrisi ini dapat memicu pertumbuhan alga secara berlebihan. Tanaman yang banyak akan bersaing dengan alga dan membantu menekan pertumbuhannya.
 
3. Menciptakan Keseimbangan Ekosistem Lebih Cepat.
Dengan jumlah tanaman yang banyak, keseimbangan antara flora dan fauna dalam akuarium bisa lebih cepat tercapai, menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi ikan dan organisme lainnya.

4. Mengurangi Stres pada Ikan. 
Saat ikan mulai diperkenalkan ke dalam akuarium, lingkungan yang sudah dipenuhi tanaman akan memberikan lebih banyak tempat persembunyian dan mengurangi stres yang disebabkan oleh ruang terbuka yang terlalu luas.
 
5. Meningkatkan Estetika Sejak Awal.
Dengan lebih banyak tanaman, akuarium akan terlihat lebih menarik sejak awal setup, memberikan tampilan yang lebih alami dan lebih dekat dengan kondisi yang diinginkan.
 

Peran Mikroorganisme Nitrogen

Peran Mikroorganisme dalam Siklus Nitrogen: Arsitek Tak Terlihat di Dunia Akuarium
Di balik keindahan akuarium yang subur dan penuh kehidupan, ada aktor-aktor kecil yang bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Mereka adalah mikroorganisme makhluk mikroskopis yang memainkan peran krusial dalam siklus nitrogen. Sebagai arsitek tak terlihat, mikroorganisme ini memastikan bahwa limbah yang dihasilkan oleh ikan dan materi organik lainnya tidak berubah menjadi racun yang mematikan. Sebaliknya, mereka mengubahnya menjadi senyawa yang bermanfaat bagi tanaman dan organisme lain di dalam akuarium.

1. Pengurai Limbah: Pahlawan di Tahap Amonifikasi

Amonifikasi adalah proses pertama dalam siklus nitrogen, dan di sinilah mikroorganisme heterotrofik mengambil peran utama. Mereka bertugas memecah limbah organik seperti sisa makanan, kotoran ikan, dan daun tanaman yang membusuk menjadi amonia (NH₃) atau amonium (NH₄⁺):

Siapa mereka? Bakteri heterotrofik, seperti Bacillus dan Clostridium, adalah pahlawan utama yang melakukan tugas ini.

Mengapa penting? Tanpa proses ini, limbah organik akan menumpuk, mencemari air, dan menciptakan lingkungan yang berbahaya bagi penghuni akuarium.

Hasil dari kerja mereka, amonia, adalah senyawa yang menjadi dasar bagi langkah berikutnya dalam siklus nitrogen.

2. Bakteri Nitrifikasi: Sang Alkemis yang Mengubah Racun

Setelah amonia dihasilkan, giliran bakteri nitrifikasi untuk masuk ke panggung. Mikroorganisme ini bertindak sebagai alkemis, mengubah amonia yang beracun menjadi nitrit (NO₂⁻) dan kemudian menjadi nitrat (NO₃⁻) yang lebih aman dan bermanfaat:

Tahap pertama :
Bakteri Nitrosomonas mengubah amonia menjadi nitrit.

Tahap kedua :
Bakteri Nitrobacter mengoksidasi nitrit menjadi nitrat.

Proses ini tidak hanya menghilangkan senyawa beracun dari air, tetapi juga menyediakan nutrisi penting bagi tanaman air. Bakteri nitrifikasi membutuhkan oksigen untuk bekerja, sehingga mereka biasanya hidup di area yang kaya oksigen, seperti pada permukaan filter atau substrat.

3. Bakteri Denitrifikasi: Sang Penyempurna Siklus

Ketika kadar nitrat mulai meningkat, mikroorganisme lain, yaitu bakteri denitrifikasi, mengambil peran. Mereka bekerja di lingkungan yang rendah oksigen, seperti di substrat yang dalam atau area anaerobik lainnya, untuk mengubah nitrat menjadi nitrogen gas (N₂) yang dilepaskan kembali ke atmosfer:
 
Siapa mereka? Bakteri seperti Pseudomonas dan Paracoccus adalah spesialis denitrifikasi.
 

Mengapa penting? Proses ini mencegah akumulasi nitrat yang berlebihan, yang dapat memicu pertumbuhan alga yang tidak terkendali dan merusak keseimbangan ekosistem.

4. Kombinasi yang Sempurna dengan Tanaman

Mikroorganisme tidak bekerja sendirian. Peran mereka dilengkapi oleh tanaman air yang menyerap nitrat sebagai nutrisi utama. Kolaborasi ini menciptakan keseimbangan alami yang memperkaya ekosistem akuarium, memberikan manfaat bagi semua penghuninya.
 

Hukum Minimum Liebig dan Kaitannya dengan Aquascape

Hukum Minimum Liebig, yang dikemukakan oleh Justus von Liebig pada abad ke-19, menyatakan bahwa pertumbuhan suatu organisme tidak ditentukan oleh jumlah total sumber daya yang tersedia, tetapi oleh faktor yang paling sedikit atau paling membatasi. Dalam konteks aquascape, hukum ini sangat relevan dalam mengelola keseimbangan ekosistem akuarium agar tanaman air dapat tumbuh optimal.

Konsep Dasar Hukum Minimum Liebig

Hukum ini sering diilustrasikan dengan “hukum tong” (barrel law), di mana pertumbuhan tanaman diibaratkan seperti tong air yang terdiri dari beberapa bilah kayu dengan ketinggian berbeda. Ketinggian air yang bisa ditampung ditentukan oleh bilah yang paling pendek, bukan oleh yang paling panjang. Dalam aquascape, pertumbuhan tanaman air dibatasi oleh faktor yang tersedia dalam jumlah paling sedikit, bukan oleh faktor yang berlimpah.
Faktor-Faktor Pembatas dalam Aquascape.

Penerapan Hukum Liebig dalam Aquascape

Dengan memahami Hukum Minimum Liebig, aquascaper dapat mengidentifikasi faktor pembatas dalam akuarium mereka dan menyesuaikan parameter yang diperlukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal. 

Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

• Menyeimbangkan Cahaya dan CO2 – Jika cahaya yang digunakan sangat kuat, tetapi CO2 tidak cukup, tanaman akan mengalami defisiensi karbon dan tumbuh kerdil atau terkena alga.

• Menyesuaikan Dosis Pupuk – Pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, menghindari kelebihan satu unsur tetapi kekurangan unsur lainnya.

• Memastikan Sirkulasi Air yang Baik – Pemasangan filter dan posisi output air yang tepat dapat membantu distribusi nutrisi dan CO2 secara merata.

• Mengontrol pH dan Alkalinitas – Menggunakan buffer atau substrat yang sesuai dapat membantu menjaga keseimbangan pH agar tanaman dapat menyerap nutrisi dengan efisien.

Filosofi Aquascaping

Filosofi Aquascaping

Aquascaping adalah seni yang tidak pernah selesai, beginilah cara pandang aquascaper melihat karya yang dia buat. berbeda dengan gambar lukisan yang sudah jadi, yang tinggal dinikmati di galeri. 

Dalam aquascaping, dibutuhkan perawatan seumur hidup. Sebuah tank aquascape akan terus melibatkan sang seniman, yaitu si aquascaper, dengan objek seninya yang juga merupakan sebuah kehidupan.

Jadi beda sekali antara seni aquascaping dengan seni visual yang lain seperti fotografi, lukisan, atau patung. Berbeda tidak hanya dari sisi pemaknaan hasil karyanya, tapi juga berbeda cara menikmatinya.

Dalam aquascaping, hasil karyanya merupakan miniatur kehidupan yang harus mengikuti tatanan alam. Artinya, ada hukum-hukum alam yang terjadi di dalamnya seperti rantai makanan, cahaya dan reaksi.

Dan sebagai sebuah miniatur alam, dasar terbentuknya berbagai gaya (style) dalam aquascaping tidak lepas dari pengaruh alam dan bagus disesuaikan dengan alam. 

Tidak begitu mudah untuk membuat seseorang mempunyai minat untuk memulai hobby aquascaping, meskipun mungkin ia bisa mengagumi keindahan visualnya namun ia tidak bisa menghayati secara mendalam makna yang terkandung dalam karya seni yang ditampilkan oleh kehidupan di dalam air itu.

(Dokumentasi Pribadi Dino Noerdyansyah)

Barangkali tidak banyak orang yang tertarik untuk mempelajari falsafah dibalik aquascaping. 

Bagi saya pribadi, pengetahuan ini penting untuk penghayatan yang lebih mendalam. Bahwasanya Filosofi aquascaping sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan manajemen apa pun dalam hidup manusia. Bahwa keseimbangan itu perlu.  

Dan untuk mencapai keseimbangan, kadang perlu untuk mengorbankan satu elemen, ibaratnya terkadang kita harus memotong sebuah daun besar yang menguning agar tanaman tersebut dapat menumbuhkan tunas baru.

(Dokumentasi Pribadi One Original)

Agar secara keseluruhan elemen dalam sebuah struktur kehidupan bertumbuh dengan baik; bisa pula memberi kesempatan pihak lain untuk berkembang.

Tak beda jauh dengan mengelola perusahaan, atau rumah tangga, dalam membangun sebuah tank aquascape, kita harus memiliki visi. Kita harus punya bayangan sebulan kedepan akan menjadi seperti apa; atau bahkan setahun kedepan. 

Dan untuk mencapai keseimbangan, kadang perlu untuk mengorbankan satu elemen, ibaratnya terkadang kita harus memotong sebuah daun besar yang menguning agar tanaman tersebut dapat menumbuhkan tunas baru. Agar secara keseluruhan elemen dalam sebuah struktur kehidupan bertumbuh dengan baik; bisa pula memberi kesempatan pihak lain untuk berkembang. 

Tak beda jauh dengan mengelola perusahaan, atau rumah tangga, dalam membangun sebuah tank aquascape, kita harus memiliki visi. Kita harus punya bayangan sebulan kedepan akan menjadi seperti apa, atau bahkan setahun kedepan.

(Dokumentasi Pribadi Aqua Realistik)

Bila kita sudah memiliki visi, bagaimana mewujudkan visi tersebut adalah perkara lain lagi. Pendek cerita, ada banyak jalan yang dapat kita tempuh untuk mewujudkan mimpi. Atau mewujudkan sebuah tank aquascape idaman. Yang terpenting, memiliki visi yang jelas sebagai penuntun dalam proses pembuatan karya aquascape tersebut. 

Dalam aquascaping kita berurusan dengan tanaman dan makhluk hidup. Di sini artinya, sebagus apa pun visi kita, seindah apa pun harapan kita, bisa mati perlahan-

(Dokumentasi Pribadi Herry Rasio)

Dalam aquascaping, sang seniman tidak akan pernah selesai menunaikan tugas. Layaknya kita sebagai orangtua terhadap anak. 

Karena di sini, kita berhubungan dengan makhluk hidup, belum tentu ia akan mengikuti apa yang kita harapkan atau inginkan. Bisa saja kita melakukan sedikit manipulasi di sana-sini dalam mengelola, tapi tidak bisa banyak manipulasi. 

Pelajaran paling berharga yang dapat kita ambil dalam menekuni aquascaping adalah, bahwa kita harus sabar, tekun, dari hari ke hari, bulan ke bulan, hingga tahun. 

Dan bila pada kenyataannya ia tidak tumbuh seperti yang kita harapkan, ada keputusan tegas yang harus kita ambil dalam mengatasinya.

(Dokumentasi Pribadi Nickz Aquascape)

Bagi setiap penggemar aquascaping selalu ada syarat berupa kesanggupan untuk memiliki tingkat konsentrasi tertentu, konsisten, kesabaran dan ketekunan.

Tak beda jauh bukan, dengan halnya kita membesarkan seorang anak maupun sebuah perusahaan diperlukan kegigihan untuk bertahan. 

Dalam menikmati sebuah tank aquascape pun, setiap kita akan melihat dan merasakan keindahan yang berbeda dengan orang lain. 

Rasa kekaguman atas suatu keindahan berkembang dari pengalaman batin dan perjalanan proses hidup seseorang. Kita tidak bisa memaksakan keindahan terhadap orang lain. 

Itulah mengapa, dalam berbagai komunitas aquascaping yang mulai menjamur di seluruh belahan dunia, setiap perbincangan dan diskusi selalu akan ramai dan penuh perdebatan. 

Kita semua sepakat bahwa keindahan sebuah tank aquascape tidak hanya dari rimbunnya daun-daun hijau atau ranting-ranting kayu yang eksentrik atau gagahnya sebuah batu.

Semua elemen dalam sebuah tank aquascape, walaupun berupa kotoran atau sisa makanan ikan tetap menjadi bagian penting dari keseluruhn keindahan yang ada. Terutama dengan memaknai tumbuhnya tunas-tunas daun muda yang merekah sehat.

(Dokumentasi Pribadi Dama Refiyuda)

Kombinasi antara dedaunan hijau, merah, ranting kayu tua yg kokoh, hamparan moss dan batu-batu kekar juga bisa menjadi suatu keindahan yang sangat berarti.

(Dokumentasi Pribadi Nickz Aquascape

Meskipun di sini saya hanya bisa bercerita panjang lebar tentang Filosofi dibalik aquascaping, keterlibatan saya dalam dunia aquascaping tidak semata-mata membuat saya ahli dibidang ini, tapi lebih membawa saya kepada bertumbuh berkembang dan berproses menjadi besar dalam keindahan dunia aquascaping.

(Dokumentasi Pribadi Nickz Aquascape)

Dan itu sudah cukup bagi saya pribadi. Setiap orang akan berbeda dalam cara pandang menilai suatu karya, yang pasti setiap insan manusia berhak mengimajinasikan pikiran dan ide ide yang dituangkan ke dalam sebuah tank.

(Dokumentasi Pribadi Widex Sastrosudjono)

Mungkin saja pada akhirnya, saya akan mengatakan pada diri sendiri, saya tidak akan mengejar menjadi ahli dan melakukan jual beli desain aquascape

 Saya rasa tidak perlu saya menyaingi teman-teman maupun rekan saya dalam melakukan transaksi jual beli. Karena kalau pun saya sudah membangun sebuah tank aquascape sempurna versi saya, saya pasti sayang untuk menjualnya. 

Aquascaping lebih mengantarkan saya mengasah jiwa “seni” dan ketekunan yang saya miliki. Lewat aquascaping, saya mencoba menyerap rasa-rasa lembut yang menyentuh rasa dan kalbu dan mengalirkannya menjadi energi positif dalam hidup 

Seperti halnya dalam manajemen perusahaan, di kehidupan yang terus bergerak dan berubah cepat seperti sekarang, dibutuhkan tak hanya pencetus ideide kreatif, tapi juga harus ada yang mengelola, yang menjalankan. Dalam aquascape, tidak cukup dengan sekadar memiliki ide-ide brilian dan keahlian untuk membuat sebuah setting layout aquascape namun di lain sisi tidak ada keinginan untuk mengelola atau merawatnya.

“Don’t tell people about your tank, show them” – Donny B.G 

(Dokumentasi Pribadi Thoyib Akar Kayu)

Baik dalam manajemen, dalam hidup, maupun dalam aquascaping haruslah ada kombinasi antara keahlian (kemampuan) dengan kemauan.

Nothing is Original

Baik dalam manajemen, dalam hidup, maupun dalam aquascaping haruslah ada kombinasi antara keahlian (kemampuan) dengan kemauan.vBagaimana melihat dunia sebagaimana seorang Aquascaper melihat dunia, beberapa Aquascaper sering ditanya, “darimana kamu dapat ide – ide mu?” , seorang Aquascaper yang jujur berpengalaman menjawab, “saya mencurinya” Apa yang seorang Aquascaper pahami adalah bahwa tidak ada yang berasal dari tidak dari mana – mana.

(Dokumentasi pribadi Pakne Kenzho)
(https://i.ytimg.com/vi/SpmWpITiMgQ/maxresdefault.jpg 6/04/2022 09:06)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Seperti gambar aquascape di atas, terinspirasi dari hero mobile legends bang bang 

Apa yang pernah ada, akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi. Semua hasil kreatif terbentuk dari apa yang sudah ada sebelumnya. “tak ada yg sesuatu yg baru di bawah matahari”. Beberapa orang akan tidak setuju dengan gagasan tersebut, tapi hal itu justru memberi “harapan”. vSetiap ide – ide baru adalah campuran atau remix dari satu atau lebih ide -ide yg ada sebelumnya, kita mencurinya entah itu dari alam atau kumpulan karya lainnya.

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)
(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)

Dari sini kita bisa lihat apa yang sedang dicuri oleh Paryo Prayogi untuk maha karya yang dibuat

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)

“Satu2nya seni yang selalu bisa saya pelajari adalah, hal – hal yang bisa saya curi dari seni itu sendiri”

-David Bowie-

“Segala sesuatu yang perlu dikatakan, sebenarnya sudah pernah dikatakan seseorang sebelumnya. Tapi karena mungkin saat itu tak ada yg mendengarkan, maka perlu dikatakan lagi”. 

Kalau kita bisa terbebas dari patokan untuk berusaha menjadi original, kita bisa mulai berhenti untuk berusaha membuat sesuatu mulai dari nol, dan kita bisa lebih menghargai keberadaan pengaruh dari hal – hal lain ketimbang melarikan diri dari pengaruh2 tersebut. 

Kamu hanyalah akan sebagus apa saja di mana kamu berada diantaranya. Tugasmu adalah mengumpulkan ide – ide bagus. 

Semakin banyak ide bagus yang kamu kumpulkan, semakin banyak pilihan untukmu dalam memilih mana yang akan memberi pengaruh buat kamu.

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Seorang pekerja seni itu adalah seorang kolektor. Bukan seorang penimbun, yang mengumpulkan/menumpuk barang – barang tanpa diseleksi dan kadang tidak dibutuhkan. 

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Seorang kolektor hanya mengumpulkan yang mereka sangat sukai. Biasanya berupa gambar- gambar, kayu dan batu dari sinilah ide itu akan muncul. 

Tugas kita adalah mengumpulkan ide – ide yang bagus. Semakin banyak ide bagus yang kamu kumpulkan, semakin banyak pilihan untukmu dalam memilih mana yang akan memberi pengaruh buat kamu. “Ambillah dari mana saja yang memberimu inspirasi atau memuaskan imajinasimu.” 

Dalam kata lain, palsukan, berpura – puralah menjadi sesuatu, sampai kamu benar – benar menjadi sesuatu sungguhan. Saya suka perumpamaan barusan. Ada dua cara untuk mengartikannya.

1) berpura-puralah menjadi sesuatu sampai kamu benar – benar menjadi sesuatu

(Dokumentasi pribadi Mamet Rahmad)
(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

2) pura-puralah membuat sesuatu sampai kamu sendiri lupa bahwa kamu sedang berpura pura. Saya suka kedua arti tersebut

(Dokumentasi pribadi Nickz Aquascape)

Tak seorangpun terlahir dengan style atau pengaruh. Pada awalnya, kita belajar dengan berpura-pura menjadi seperti panutan kita. Kita belajar dengan meniru/ mengcopy. Kita berbicara tentang latihan di sini, bukan menjiplak (plagiarisme). 

Plagiarisme adalah kamu mengaku-akui hasil karya orang lain sebagai hasil karyamu. Mengcopy sama halnya seperti reverse-engineering. Seperti saat seorang mekanik membongkar sebuah mobil untuk mempelajari cara kerjanya.

“Mulailah mengcopy hal yang kamu suka. mereka yang tidak mau meniru apa pun, takkan menghasilkan apa pun. Dan jangan meniru dari satu orang idolamu, tirulah dari semua idolamu.  

Kalau kamu meniru dari satu orang, itu plagiarisme, tapi kalau kamu meniru dari banyak orang, itu adalah riset. Kalau kamu memiliki satu orang yang kamu jadikan pengaruh besar pada dirimu, maka kamu akan menjadi bayang-bayang orang tersebut, namun kalau kamu membiarkan pengaruh dari beberapa orang pada dirimu, kamu akan terlihat original dirimu.

(Dokumentasi pribadi Paryo Prayogi)
(Dokumentasi pribadi Haikal Rizky)

Yang sedikit tricky adalah, apa yang ditiru/dicopy. Jangan hanya curi style-nya, tapi curilah pemikiran dibalik style tersebut.

Kamu tidak mau terlihat mirip idolamu, kamu ingin melihat seperti cara idolamu melihat. Alasan untuk mengcopy idolamu dan style mereka adalah, kamu seakan bisa masuk ke pikiran mereka sedikit.

Kalau kamu hanya mengcopy karya seseorang tanpa berusaha memahami jalan pikir dibaliknya, kamu hanya akan terlihat seperti copyan pada akhirnya. 

Theme: Overlay by Kaira