Penulis: One

Seni Aquascape

Seni Aquascape

Aquascape

Aquascape dari segi Bahasa terdiri dari dua suku kata, yaitu Aqua dan Scape. Aqua berasal dari Bahasa latin yang berarti “air”, sedangkan Scape menurut kamus Merriam-Webster adalah “a view of picture” atau “scene”, yang berarti “pemandangan di dalam air” Secara definisi lengkap aquascape adalah ide kreatif yang dideskripsikan menggunakan teknik keterampilan, penataan dan pengetahuan dalam memadukan komponen biologis (ikan, udang mikro-organisme) dengan komponen non-biologis (substrate, kayu, bebatuan, ikan, dll) pada suatu wadah (aquarium, kolam, dsb) menjadi suatu karya rupa bernilai estetika yang dapat mempengaruhi perasaan orang lain yang melihatnya. Sejarah asal muasal konsep tentang aquascape yang tercatat dimulai dari eksperimen Robert Warrington pada tahun 1849. Robert Warrington melakukan eksperimen dengan aquarium air tawar yang diisi dengan lumpur dan pasir pada dasarnya, dilengkapi dengan bebatuan yang ditata dan ditanami dengan tanaman Vallisneria Spiralis. Kemudian Robert Warrington memasukkan dua ekor dan lima ekor keong air (Himnaea Stagnalis). Pada eksperimen tersebut Robert Warrington berhasil membuat keseimbangan ekosistem di dalam aquarium tersebut Robert Warrington berhasil membuat keseimbangan ekosistem di dalam aquarium dan mempublikasikan hasilnya melalui jurnal ilmiah yang berjudul “Notice of Observations on the adjustment of the relations between the Animal and Vegetable Kingdom, by which the vital functions of both are permanently maintained” pada tahun 1850. Dari eksperimen Robert Warrington di atas, konsep keberhasilan eksperimen ditandai dengan keseimbangan ekosistem di dalam aquarium. Demikian pula dengan konsep dalam aquascape, keseimbangan ekosistem adalah kunci keberhasilan. Kita tidak hanya membuat keindahan desain penataan batu, kayu, tanaman dsb. Tetapi kita juga harus mampu menjaga keseimbangan ekosistem di dalam aquarium, agar keindahan tersebut tetap terjaga

Antara Sains dan Seni

Setiap insan manusia memiliki kebutuhan mengekspresikan, menyampaikan kegelisahan yang tidak boleh dihardik oleh siapa pun. Seni hadir di antara manusia bukan untuk menuntut manusia bisa menjadi satu dengan yang lainnya, sebaliknya seni membebaskan manusia untuk menjadi dirinya sendiri. Seni hadir dan menghadirkan diri dalam rasa. Dalam seni semua orang berhak untuk bergabung menjadi satu, meluapkan imajinasi, merayakan kebersamaan dalam berbagai bentuk yang bisa dirasakan bersama-sama. 

(Art Without Sains Is Nothing)

(Dokumentasi Pribadi Nickz Aquascape)

Dalam seni, utamanya adalah mendapatkan kesenangan “fun with every One”, semua orang akan bersatu seperti kembali menjadi anak-anak ketika mendengar suara musik kemudian menari atau bernyanyi bersama.

(Dokumentasi Pribadi Adi Pratama)

Tidak mengingat sulitnya kehidupan, seni pun berperan menjadi pelipur lara, seni menjadi hiburan yang efektif untuk mengubah hati yang terluka menjadi lebih bersemangat dan memiliki pandangan yang lebih positif dan menjadi lebih siap untuk melanjutkan hidup. Seni tidak mengajak orang untuk bergumul tapi untuk mencintai diri sendiri, untuk mencintai satu sama lain dan untuk mengingat bahwa kita semua berasal dari
keturunan yang sama, kemudian bisa kembali bersatu untuk memberikan yang terbaik pada dunia.

(Dokumentasi Pribadi Mamet Rahmad)

Seni menyadarkan masyarakat untuk memelihara alam, seni membuat manusia bisa menyadari keberadaan manusia di dunia adalah untuk memelihara alam bukan untuk merusaknya. Dalam seni, manusia berperan menjadi organisme yang berjiwa besar, menjadi pelindung, penggerak, dan pengisi alam semesta. Seni tidak hanya untuk satu orang, tapi untuk alam semesta. Karenanya, banyak karya seni yang akan membicarakan hubungan antar manusia, antara manusia dengan binatang, antara manusia dengan alam terlebih denganTuhan – Tuhannya. Seni dengan lingkungan seperti nafas di kehidupan manusia, dan seni untuk menusia seperti jiwa di dalam diri manusia, sebuah passion yang membuat manusia menjadi lebih hidup, menemukan jati dirinya, menemukan jalan hidupnya.

Setiap momen dalam menikmati karya seni, seseorang akan kembali seperti anak yang baru saja dilahirkan, kanvas kosong yang terisi oleh goresan, warna, bentuk, kemudian terbentuk. Seseorang mungkin tidak menyadari jika, kehidupannya, keseluruhannya adalah seni. Mengolah hidup menjadi lebih hidup, adalah seni yang tidak ada batasnya. Bagaimana mengubah diri yang tadinya kekanakan menjadi lebih dewasa dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial merupakan penguasaan seni bersosialisasi yang bisa jadi tidak semua anak yang tumbuh di dunia ini mampu untuk melakukannya.

(Dokumentasi Pribadi Doddy Percaso

Setiap momen dalam menikmati karya seni, seseorang akan kembali seperti anak yang baru saja dilahirkan, kanvas kosong yang terisi oleh goresan, warna, bentuk, kemudian terbentuk. Seseorang mungkin tidak menyadari jika, kehidupannya, keseluruhannya adalah seni. Mengolah hidup menjadi lebih hidup, adalah seni yang tidak ada batasnya. Bagaimana mengubah diri yang tadinya kekanakan menjadi lebih dewasa dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial merupakan penguasaan seni bersosialisasi yang bisa jadi tidak semua anak yang tumbuh di dunia ini mampu untuk melakukannya.

“A picture worth a thousand words.”
Sebuah gambar bermakna ribuan kata.
Apa yang anda lihat dalam sebuah tank aquascape?

Bila harus dijabarkan dengan kata-kata, mungkin hanya ada dua kata yang paling tepat untuk menjelaskannya, yaitu alam dan keindahan.

Bila berbicara tentang alam, manusia dengan rasio dan akal pikir yang dimilikinya selalu berusaha melihat dan memahami dunia sekitarnya lewat ilmu pengetahuan atau sains.

Manusia memahami bagaimana tanaman dan hewan-hewan bertumbuh, mengapa air mengalir, untuk apa matahari bersinar, apa akibat dari adanya siang dan malam, semua manusia uraikan dalam sains. Bila berbicara tentang alam, manusia dengan rasio dan akal pikir yang dimilikinya selalu berusaha melihat dan memahami dunia sekitarnya lewat ilmu pengetahuan atau sains.

Melalui sains, manusia belajar mereplika alam untuk memahaminya. Di lain sisi, bila berbicara mengenai keindahan hampir selalu akan berkaitan dengan seni. Seni, di mana manusia mencoba melihat dan memahami dunia alam

semesta sekitarnya dari sudut pandang estetika. Aquascaping memiliki
keduanya. Baik seni dan keindahan, maupun sains dan rasionya, keduanya merupakan fondasi dasar eksistensi keberadaan aquascaping. 

(Dokumentasi Pribadi Tony Oktapriadi)

Aquascaping bukan hanya merupakan sebuah cara untuk memelihara ikan dan tanaman di dalam air. Namun aquascaping juga merupakan sebuah seni. Sebuah
proses mereplika keindahan alam untuk dinikmati keindahannya Saya katakan proses di sini, dan bukan hasil karya, karena dalam aquascaping sang seniman harus terus belajar dan berproses agar hasil karyanya sebisa mungkin dapat menyamai keindahan alam aslinya. Dalam aquascaping, mata manusia tak hanya menatap keindahan tata letak atau layout tanaman yang duduk harmonis bersama dengan keberadaan batuan, kayu, ikan dan hewan kecil lain yang berenang di sekitarnya. Namun di dalamnya, ia juga melihat jutaan unsur unsur yang bereaksi dengan sinar matahari yang kemudian menimbulkan arus energi yang memberikan kehidupan pada tumbuhan dan ikan-ikan. Semua terjadi dalam proses yang disebut fotosintesis.

(Dokumentasi Pribadi Tony Oktapriadi)

Ia juga melihat bakteri mengolah sisa-sisa kotoran ikan menjadi unsur mineral yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Lingkaran kehidupan berupa rantai makanan tersebut berputar secara harmonis, menciptakan sebuah keindahan ekosistem.

(Dokumentasi Pribadi Dama Refiyuda)

Dan bila saja kita memahami apa saja yang dapat kita lihat dalam aquascaping, sejatinya kita akan berproses dalam membaca keagungan alam.

(Dokumentasi Pribadi Nickz Aquascape))

Estetika Aquascape

Imanuel Kant, seorang filsuf dan pemikir penting di zaman Eropa modern berpendapat tentang “kejeniusan” seorang pekerja seni dalam menciptakan sebuah keindahan. Pada hakikatnya manusia dapat menilai sebuah keindahan cukup dengan merenungkannya. Dunia dan alam semesta ini sudah memiliki keindahannya sendiri, tanpa perlu ada tambahan aktivitas kreatif apa pun dari manusia. Lantas kenapa kita butuh adanya seni. 

Menurut Imanuel Kant, selera manusia akan sebuah keindahan (estetika) bukanlah sesuatu hal yang murni bersifat personal atau subjektif, melainkan sesuatu yang disetujui bersama oleh orang banyak atau dapat dibilang secara universal. 

Kedua, keindahan tidak muncul dari konsep “dapat dipahami”, melainkan dari adanya suatu kebebasan bagi siapa pun untuk memainkan imajinasi.

(Dokumentasi Pribadi Haikal Rizky Mahardika)

Ketiga, kemampuan untuk memainkan imajinasi dengan bebas itulah uniknya “kejeniusan” seni.

(Dokumentasi Pribadi Dama Refiyuda)

Keindahan alamiah (natural beauty) artinya adalah sesuatu yang indah, namun keindahan artistik (artistic beauty) artinya ialah representasi yang indah akan sesuatu. Dan merupakan tugas para jeniuslah untuk menciptakan sebuah representasi yang indah. 

(Graham, Gordon. 1997. Philosophy of the Arts: An Introduction to Aesthetics. Second Edition. Routledge: London. p.15)

Di zaman dahulu, seni sangatlah jarang. Kecuali kamu adalah orang yang kaya raya, satu-satunya gambar atau lukisan yang bisa kamu lihat umumnya hanya ada di gereja, di mana tujuan gambar tersebut berada di sana adalah untuk membuatmu mengagumi keindahannya.

Di zaman sekarang, kita dibombardir oleh begitu banyak gambar yang cerah dan penuh warna (pada billboards, di majalah, di televisi, dan di internet) di mana hampir semuanya menggunakan bahasa seni (biasa disebut nyeni) untuk menarik perhatian kita, memperkaya lingkungan visual kita, dan sebagai sebuah karya seni yang dapat dinikmati publik.

(Dokumentasi Pribadi San San Zo)

Semua karya seni ini saling memperebutkan perhatian kita, sehingga tidak hanya gambar-gambar tersebut haruslah eye-catching, unggul dan stand out diantara
gambar-gambar yang lain, tapi juga harus mampu menyampaikan pesan yang jelas dan tidak ambigu.

Bagaimana caranya seorang Aquascaper menangkap pandangan mata viewernya, menarik mereka ke dalam sebuah Aquasape, dan menahan minat mereka di sana agar mereka mengeksplor karya tersebut lebih dalam?

(Dokumentasi Pribadi Aquacepek)
(Dokumentasi Pribadi Arif Hamsa)

Jawabannya ialah dengan menciptakan focal point. Sebuah focal point menumbuhkan minat orang yang melihatnya, mencegah mata sang penikmat berkeliaran tak berarah dalam melihat keseluruhan Aquascape. 

Dalam aquascape, semua harus dapat dengan mudah dimengerti segala sesuatu harus terlihat dengan jelas, karna aquascape bukan seni abstrak yang merupakan jenis seni kontemporer yang tidak menggambarkan objek dalam dunia asli. Karna itu proporsi sangat diperhitungkan.

Proporsi berkaitan dengan rasio. Ketika kita memperbesar atau memperkecil sebuah objek, kita mengubah dimensinya, namun bagaimanapun tetap mempertahankan rasio atau perbandingan antara lebar (width) dan tingginya (height).

Golden ratio adalah sebuah proporsi yang tampaknya memiliki unsur-unsur ajaib, dan beberapa orang bilang, menggambarkan sebuah keindahan universal. 

Bila sebuah garis lurus kita bagi dua, dan rasio (perbandingan) antara garis yang lebih pendek terhadap garis yang lebih panjang sama dengan rasio (perbandingan) antara garis yang lebih panjang terhadap jumlah panjang kedua garis tersebut, maka kondisi ini disebut golden ratio. 

Foundations of Art and Design. Pipes, Alan. 2003. Laurence King Publishing Ltd: London, UK

(Dokumentasi Pribadi Madya Pratama)
Bakteri

Bakteri

(Dokumentasi Pribadi One Research & Development)

Bakteria

Bakteria adalah salah satu komponen atau organisme dalam aquascape yang sering kali dilupakan. Keberadaannya sangat berguna untuk kelangsungan ekosistem aquarium. Dalam aquarium, bakteri berjumlah banyak sekali, bahkan sebagian dari bakteri- bakteri tersebut belum tentu teridentifikasi jenis spesiesnya.

(https://www.hollywoodfishfarm.co.nz/what-causes-diatoms-filamentous-algae/ 02/November/2020, 19:05)

Bakteri ada yang berguna bagi ekosistem aquarium (benefical) dan ada pula yang merugikan seperti cyanophyta atau lebih dikenal dengan cyanobacteria yang menyebabkan Alga Hijau-Biru (Blue Green Algae).

(Dokumentasi Pribadi Dody Percasso)

Sebagian besar bakteri dalam aquarium hidup dipermukaan, baik itu permukaan sedimen (substrate), batu, kayu, dan daun tanaman. Diperkirakan ada sekitar 100.000 lebih banyak bakteri yang hidup dipermukaan sedimen dibandingkan dengan yang hidup bebas dibadan air (Wetzel RG, Limnology 1983).

Bakteri adalah makhluk hidup, oleh karena itu bakteri memerlukan oksigen untuk respirasi dan asupan untuk melakukan proses metabolisme. Hasil proses metabolisme oleh bakteri akan menghasilkan zat kimia yang berbeda- beda tergantung dari jenis bakteri dan proses metabolismenya. 

Pada proses metabolisme bakteri dikenal dua macam proses, yaitu aerobic dan dan anaerobic. Proses aerobic adalah proses yang membutuhkan udara, sedangkan proses anaerobic adalah proses yang tidak membutuhkan udara. Proses aerobic jauh lebih cepat dibandingkan dengan anaerobic, sehingga proses ini sangat penting untuk dijaga kelangsungannya di aquarium. 

Sebagian besar bakteri tidak menyukai ph asam, hal ini berpengaruh pada proses metabolisme bakteri. Semakin besar asam ph air semakin lambat proses metabolisme bakteri yang dilakukan. Semakin cepat proses penguraian dilakukan semakin bagus aquarium.

(Dokumentasi Pribadi Ahmad Yusuf Mumtaz)

Hal ini konsisten dengan kebutuhan oksigen untuk respirasi bakteri, semakin asam ph air, semakin sedikit jumlah oksigen yang terkandung. Dilihat dari sumber asupan/energi yang diambil, bakteri dalam aquarium dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu heterotropic dan chemoautotropic. Bakteri heterotropic mengambil sumber energi dari bahan-bahan organik dalam aquarium, yang dikemudian diproses menjadi zat kimia. Sedangkan bakteri chemoautotropic mengambil bahan-bahan anorganik dalam aquarium untuk diproses.

(Dokumentasi Pribadi Ahmad Yusuf Mumtaz)
(Dokumentasi Pribadi Arie Hardian)
(Dokumentasi Pribadi Adi Pratama)

Berbeda dengan aquascape, di alam bebas ikan dan tanaman air jarang mengalami keracunan. Dikarenakan mereka hidup di air yang mengalir sehingga unsur unsur yang berbahaya mudah hilang, siklus air menjamin kebersihan lingkungan hidup baik itu bagi tanaman maupun ikan. 

Dilihat dari sumber asupan/energi yang diambil, bakteri dalam aquarium dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu heterotropic dan chemoautotropic.

Aquascape adalah system yang tertutup, kita harus selalu memperhatikanagar hasil limbah dari ikan atau hasil metabolisme tidak menjadi bahan yang berbahaya atau setidak tidaknya dapat ditolerir bagi ekosistem di dalam aquascape. 

Bakteri heterotropic mengambil sumber energi dari bahan-bahan organik dalam aquarium, yang dikemudian diproses menjadi zat kimia. Sedangkan bakteri chemoautotropic mengambil bahan-bahan anorganik dalam aquarium.

(Dokumentasi Pribadi Ejs Doang)

Bakteri adalah mikroorganisme yang sudah pasti tidak kasat mata namun memiliki peran penting dalam Aquascape. 

Bakteri sudah terdapat di mana-mana secara alami termasuk di dalam akuarium namun koloni bakteri ‘baik’ di dalam akuarium biasanya tidak mencukupi (jumlahnya) untuk dapat mengurai zat-zat beracun sehingga perlu dilakukan upaya agar proses penguraian zat beracun di dalam akuarium dapat berjalan dengan baik.

(Dokumentasi Pribadi One Research & Development)

Salah satu zat beracun di dalam akuarium adalah ammonia. Amonia dihasilkan dari sisa pakan ikan, kotoran, jasad renik hingga hasil metabolisme ikan di dalam akuarium. Amonia ini akan di ubah oleh bakteri ‘baik’ menjadi nitrit. 

Proses ini dikenal dengan istilah “Nitrifikasi” sedangkan bakteri yang berperan mengurai ammonia menjadi nitrit disebut bakteri “Nitrosomonas”.

Bacteria Starter adalah bakteri yang mampu mempercepat pencapaian jumlah koloni bakteri yang ideal di dalam Aquarium. Bacteria starter biasanya mengandung benih bakteri yang sudah didormansikan. Bakteri cair merupakan salah satu alternatif untuk mengolah limbah cair secara biologis yang ramah lingkungan. Karna aplikasinya yang biasa digunakan kapan saja, maka bakteri yang digunakan cukup lengkap, antara lain kumpulan bakteri fotosintetic, bakteri pengurai dan bakteri asam laktat. 

Dikemas menggunakan bahan penyerap air seperti tanah liat. Bakteri dapat tidur sebelum aktif segera setelah memasuki habitat idealnya (seperti aquascape) biasanya menggunakan kelompok bakteri pengurai ammonia.

(Dokumentasi Pribadi One Research & Development)
(Dokumentasi Pribadi One Research & Development)

Bakteri cair merupakan salah satu alternatif untuk mengolah limbah cair secara biologis yang ramah lingkungan. Karna aplikasinya yang biasa digunakan kapan saja, maka bakteri yang digunakan cukup lengkap, antara lain kumpulan bakteri fotosintetic, bakteri pengurai dan bakteri asam laktat.

1. Menekan pertumbuhan organisme patogen yang menyebabkan kematian pada
ikan dan udang.
2. Mengurai sisa-sisa pakan ikan dan kotoran udang.
3. Mengurai zat amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S).
4. Membantu penyerapan nutrisi dalam sistem pencernaan.
5. Mengurangi limbah organik dalam kolam atau tambak.
6. Meningkatkan kecerahan air kolam atau tambak.
7. Mengurangi kebutuhan akan pergantian air kolam atau tambak.
8. Menstabilkan tingkat kandungan oksigen terlarut dalam air.
9. Mengurangi tingkat BOD dan COD.
10. Mengurangi bau tanah/lumpur pada daging ikan/udang.
11. Menghilangkan lapisan minyak di permukaan air.
12. Mengurangi kadar Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfide (H2S) dalam air.
13. Menekan pertumbuhan dan penyebaran organisme patogen. Meningkatkan imunitas terhadap penyakit disebabkan oleh jamur, virus, bakteri maupun kutu, seperti: white spot, aeromonas, dll.
14. Mengurangi tingkat kematian ikan atau tanaman air.

Proses Penguraian/Pembungkusan oleh Bakteri

(Dokumentasi Pribadi Luky Ardiansyah)

Aquarium berisi banyak sekali bahan-bahan organik, baik itu dari makanan ikan, kotoran hewan, tanaman yang mati, bakteri yang mati dan lain-lain. Bahan-bahan ini akan diurai oleh bakteri heterotropik yang hasilnya dapat diambil dan berguna untuk tanaman dalam aquarium, sehingga aquarium terbebas dari zat-zat beracun yang berbahaya.

(Dokumentasi Pribadi Marcel Prikitiw)

Contoh penguraian oleh bakteri dalam aquarium adalah dari makanan ikan. Sisa makanan ikan yang tidak termakan akan mengendap dipermukaan substrate / sedimen.

(Dokumentasi Pribadi Arie Hardian)

Bahan-bahan tersebut akan diurai oleh bakteri yang hasilnya akan menjadi amonia (NH3), Sulfat dan Karbondioksida (CO2). Zat-zat tersebut kemudian akan diserap oleh tanaman dan berguna sebagai nutrisi.

(Dokumentasi Pribadi Ahmad Yusuf Mumtaz))

Nitrifikasi

Proses nitrifikasi merupakan filter biologi alami dalam aquarium, di mana amonia (NH3) yang merupakan racun dirubah menjadi nitrat (NO3) dalam 2 tahapan
proses. 

Tahap pertama adalah proses nitritasi, yaitu oksidasi amonia menjadi nitrit yang
dilakukan oleh kelompok bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus.

Proses nitrifikasi oleh bakteri ini akan menghasilkan acid dan mengkonsumsi oksigen lebih banyak jika dibandingkan bakteri lainnya.
(Thimann KV,The Life of Bacteria 1963, Walstad D, Ecology of The Planted Aquarium,1997).

Denitrifikasi

Denitrifikasi adalah suatu proses yang dilakukan oleh bakteri di subtrate atau sedimen yang mengubah zat nitrat (NO3) menjadi bentuk nitrogen gas (N2).

(Dokumentasi Pribadi One Research & Development)

Bakteri -bakteri seperti jenis Psedomonas, Achromobacter, Escherichia,
Bacillus,Micrococcus,dll. Dapat melakukan proses denitrifikasi ini.
(Payne WJ ;reduction of Nitrogenous oxide by microorganisms ; 1973, Wetzel, 1983).

Proses denitrifikasi dapat terjadi di mana saja selama terdapat nitrat (NO3), bahanbahan organik, dan oksigen (O2).

Proses denitrifikasi ini untuk pecinta aquascape kurang menguntungkan, karena dapat mengurangi jumlah nitrat dalam aquarium, sehingga mungkin dapat berakhir dengan kurangnya asupan nitrat pada tanaman.

Respirasi Nitrat

Respirasi Nitrat adalah proses yang umum dilakukan oleh sebagian besar bakteri dalam kondisi anaerobic. Berbeda dengan proses denitrifikasi yang mengubah nitrat menjadi nitrit yang kemudian dirubah lagi menjadi gas dan hilang menguap, proses respirasi nitrat oleh bakteri hasil akhir nya adalah nitrit (NO2).

Sekitar 80% bakteri yang hidup dalam kondisi substrate anaerobic dapat
berkembang dan tumbuh dengan melakukan respirasi nitrat
(Gamble TN, Beatlach MR & Tiedje JM ; 1977).

(Dokumentasi Pribadi Abdul Mujib Nasution)

Table IV-4. Effect of bacterial Procesess on Aquarium Ecosystems.

*Processes that occur along with anaerobic decomposition by heterotropic bacteria.

PARAMATER/ KIMIA AIR

Parameter Air adalah salah satu bagian yang paling sering dilupakan atau dihindari atau terkadang menjadi “kambing hitam” para pecinta aquascape karena tanaman yang tidak tumbuh atau mati. Jika membicarakan tentang parameter/kimia air, maka pembahasan utama yang akan muncul adalah tentang pH (per Hidrogen), GH (General Hardness) dan KH (Karbonat Hardness).

Dokumentasi Pribadi Dick Antonio

per Hidrogen (PH)

pH singakatan dari per hydrogen artinya adalah jumlah konsentrasi ion hidrogen yang terdapat dalam air atau zat lainnya. Skala pengukuran untuk pH adalah
1-14,di mana pH 7 adalah netral. Angka pH di bawah 7 biasa disebut sabagai asam (acid) dan di atas 7 biasa disebut sebagai basa (alkali).

(Dokumentasi Pribadi AquaCepek)
(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

Pada pH netral jumlah ion hidrogen (H+) sama jumlahnya dengan hydroxyl (OH-). Pada air yang asam (acidic) jumlah ion hidrogen (H+) lebih banyak dibandingkan OH-, begitupula sebaliknya, air yang basa (alkali) terdapat ion OHlebih banyak dibandingkan H+.

(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

pH mempunyai pengaruh dalam hal “metal toxicity” atau keracunan logam dalam aquarium. pH netral memberikan proteksi yang lebih dibandingkan dengan pH yang lebih rendah (asam).

Sebagai contoh adalah tembaga atau Copper (Cu), semakin rendah pH air, akan semakin beracun tembaga/copper (Pagenkopf GK, 1986; Metal ion speciation and toxicity in aquarium system).

(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

Begitupula dengan Aluminum (Al) yang akan beracun untuk kehidupan aquarium pada pH 5.5 (Gundersen, Bustaman, Seim & Curtis, 1994 ; pH, hardness & humic acid influence aluminum toxicity to rainbow trout in weakly alkaline water).

General Hardness (GH)

GH singkatan dari General Hardness, ini mengacu pada konsentrasi kandungan ion mineral Calcium (Ca) dan Magnesium (Mg) dalam air.

GH inilah yang sering disebut sebagai air soft atau air hard. Satuan dalam GH biasa diekspresikan dalam German Degree atau dH (degree Hardness) atau bisa juga dalam ppm (part per millions) atau mg/I (miligram per liter).

(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

Sama seperti pH, GH mempunyai pengaruh pula dalam hal “Metal Toxicity” atau keracunan logam. Sebagai contoh Aluminum (Al) mempunyai tingkat mortalitas 45% pada air soft, tetapi hanya 10% pada air hard.

(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

Begitupula pada Copper Toxicity atau keracunan tembaga, pada air yang hard tingkat keracunan tembaga hanya 10%. Kandungan Calcium (Ca) pada air hard dapat mencegah terjadinya keracunan logam pada makhluk hidup dalam aquarium. (Pagenkopf Gk, 1996 ; Metal ion speciation and toxicity in aquarium system).

Karbonat Hardness (KH) & Alkalinitas

K H atau Karbonat Hardness mengacu pada jumlah ion karbonat (CO3–) dan bikarbonat (HCO3–) dalam air.

(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

Pada umumnya para penggemar aquascape sering dibingungkan antara alkalinitas (alkalinity) dengan KH. Ini disebabkan alat pengukur KH yang beredar dipasaran tidak mengukur jumlah karbonat atau bikarbonat secara langsung, melainkan mengukur alkalinitas.

Karbonat Hardness sebenarnya adalah salah satu komponen dari alkalinitas, komponen lainnya yang mempengaruhi alkalinitas antara lain adalah phosphate, silicates, borates dan hydroxide.

KH test kit berasumsi bahwa karbonat adalah satu-satunya komponen alkalinitas yang ada di air. Hal ini bisa berakibat pada kesalahan penghitungan KH jika terdapat komponen alkalinitas lainnya seperti phosphate yang umum kita temui di aquascape.

(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa penurunan nilai pH (Wikipedia) atau dengan kata lain, kuantitas/jumlah anion di dalam air yang dapat menetralkan kation hidrogen.

(Dokumentasi Pribadi AquaCepek)
(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

Pada sisi positif, alkalinitas ini dapat menahan perubahan pH secara drastis, contohnya pada Nitrogen Cycling di aquarium akan menghasilkan HNO3 (Nitric Acid), jika aquarium kita tidak mempunyai kapasitas penyangga (buffering capacity) maka pH aquarium semakin lama akan semakin turun dengan drastis dan ini bisa berakibat buruk untuk makhluk hidup serta ekosistem aquarium.

(Dokumentasi Pribadi Dick Antonio)

Dampak negatif yang bisa didapat dari alakalinitas ini adalah apabila air pada aquarium mempunyai pH yang tinggi, maka untuk menurunkan pHnya akan terhalang oleh alkalinitas.

Untuk beberapa alasan atau kepentingan lainnya, para aqaurist termasuk juga aquascaper suka mengubah pH,GH & KH air dalam aquarium, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengubah parameter air tersebut, bisa dengan menggunakan produk komersil atau bisa dengan cara lainnya seperti pada tabel berikut ini :

pH, KH dan CO2

Dalam aquascape pH & KH sering dijadikan sebagai tolak ukur atau patokan dalam menghitung kandungan CO2 dalam Aquarium. Berikut adalah table/charts pH,KH dan CO2

Note : Metode penghitungan jumlah kandungan CO2 dalam aquarium dengan tabel charts pH,KH tidaklah akurat. Kesalahan input, terutama dalam hal penghitungan KH melalui penghitungan alkalinitas dapat mempengaruhi hasil akhir.

Theme: Overlay by Kaira